Riyadh, Arab Saudi – Yousef bin Trad Al-Saadoun, anggota Dewan Shura Saudi, dengan tegas menolak usulan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menyarankan agar negara Palestina didirikan di Arab Saudi. Dalam tulisannya di surat kabar Saudi Okaz pada hari Jumat, Al-Saadoun mengkritik pendekatan kebijakan Timur Tengah yang diambil oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Menurut Al-Saadoun, keputusan yang sembrono ini timbul dari mengabaikan saran para ahli dan menolak dialog. Ia juga memperingatkan bahwa "Zionis dan sekutunya" tidak akan berhasil memanipulasi kepemimpinan Saudi melalui tekanan media dan manuver politik.
Al-Saadoun mengungkapkan bahwa kebijakan luar negeri resmi Amerika Serikat akan berusaha melakukan pendudukan ilegal atas tanah yang berdaulat dan melakukan pembersihan etnis terhadap penduduknya. Ia menilai pendekatan ini merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.
"Siapa pun yang mengikuti jalur munculnya dan keberlangsungan Israel dengan jelas menyadari bahwa rencana ini pasti telah dirumuskan dan disetujui oleh entitas Zionis, dan diserahkan kepada sekutu mereka untuk dibacakan dari podium Gedung Putih," tulisnya.
Dalam konteks ini, Al-Saadoun juga menegaskan bahwa Zionis dan pendukung mereka tidak akan bisa mengelabui kepemimpinan dan pemerintah Saudi dengan jebakan manipulasi media dan tekanan politik yang tidak benar.
Sebelumnya, Netanyahu berkomentar dalam sebuah wawancara dengan Channel 14 Israel bahwa Arab Saudi bisa menciptakan negara Palestina di dalam wilayah mereka karena memiliki banyak tanah. Namun, pernyataan ini muncul setelah Riyadh menegaskan bahwa mereka hanya akan menjalin hubungan normal dengan Israel jika ada jalan yang jelas menuju pembentukan negara Palestina.
Dewan Shura Saudi adalah sebuah majelis konsultatif yang memberi saran kepada raja mengenai masalah legislasi dan kebijakan, meskipun tidak memiliki kekuasaan legislatif. Anggota Dewan Shura diangkat oleh raja dan membahas undang-undang, rencana ekonomi, dan kebijakan sosial.
Dewan Shura Al-Saadoun Netanyahu Palestina Saudi Arabia