Penerbit buku terkenal asal Amerika, Simon & Schuster, telah mengumumkan keputusan untuk menghentikan penggunaan blurb atau kutipan pujian dari penulis lain yang biasanya terdapat di sampul belakang buku. Keputusan ini diambil oleh penerbit dalam upaya untuk memperbaiki cara buku dipromosikan.
Menurut penerbit, blurb dianggap "sangat aneh" dan tidak lagi menarik perhatian pembaca. Blurb biasanya bertujuan untuk menarik minat pembaca dengan memberikan kesan bahwa buku tersebut sangat luar biasa. Namun, seringkali blurb tersebut bersifat terlalu berlebihan sehingga pembaca merasa ragu akan kebenarannya.
Misalnya, sebuah buku sering kali disebut "menakjubkan", "menarik", atau "mendebarkan", tetapi kritik ini justru membuat pembaca meragukan isi sebenarnya dari buku tersebut. Keterlaluan dalam penilaian membuat banyak orang berpikir bahwa blurb itu hanya sekedar tipu daya untuk menjual buku.
Selain itu, blurb juga bisa menyesatkan pembaca dengan dua cara. Pertama, blurb mungkin memberikan ekspektasi yang tidak realistis tentang isi buku. Kedua, blurb sering kali tidak merepresentasikan pandangan yang jujur dari pembaca yang sebenarnya. Hal ini membuat pembaca merasa dikhianati setelah membaca buku yang tidak sesuai dengan harapan yang diberikan oleh blurb.
Keputusan Simon & Schuster ini mungkin tidak akan membuat banyak orang merasa kehilangan. Banyak pembaca merasa bahwa blurb lebih banyak membawa kebingungan ketimbang membantu. Dengan menghilangkan blurb, penerbit berharap dapat memberikan penilaian yang lebih jujur dan transparan terhadap buku-buku yang diterbitkan.
Dengan langkah ini, Simon & Schuster ingin mendorong para penulis dan pembaca untuk lebih menghargai isi buku itu sendiri, tanpa terlalu terpengaruh oleh pujian yang terkesan berlebihan. Hal ini bisa menjadi langkah positif dalam dunia penerbitan yang sering kali dipenuhi dengan promosi yang berlebihan.
Simon & Schuster blurb buku penerbit keputusan Amerika