Gorontalo, 10 Februari 2025 – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Gorontalo mengecam keras serangan digital yang dialami oleh dua jurnalis, Sarjan Lahay dan Toger. Serangan tersebut terjadi pada 5 Februari 2025 saat keduanya sedang melaksanakan tugas jurnalistik mereka.
Para pelaku telah menyebarkan informasi palsu yang mengatasnamakan kedua jurnalis tersebut, termasuk menyebarkan foto pribadi mereka di media sosial Facebook dengan menggunakan nama pemilik akun Latabu Aidi. Selain itu, nomor WhatsApp pribadi jurnalis juga turut disebarkan, yang membuat situasi semakin memprihatinkan.
Serangan ini diduga berkaitan dengan pemberitaan yang dilakukan oleh Sarjan dan Toger mengenai aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Beberapa artikel yang dipandang sebagai pemicu serangan ini antara lain adalah artikel berjudul: "Kapolsek Marisa Diduga Peras Pelaku PETI Hulawa: Gunakan Oca, Orang Dekatnya?".
Artikel tersebut memicu berbagai berita lain yang juga mengangkat isu serupa, seperti "Kapolsek Marisa Diperiksa Propam Soal Dugaan Pemerasan Pelaku PETI Hulawa", "Rp50 Juta Peralat, Ajudan Kapolda Gorontalo Diduga Atur Setoran di PETI Hulawa", dan "Dugaan PETI Hulawa Libatkan Kapolsek dan Ajudan Kapolda: Preseden Buruk untuk Institusi". Berita-berita ini dipublikasikan secara berurutan dan mengikuti perkembangan isu yang ada.
Sejak berita-berita tersebut muncul, Sarjan dan Toger juga mengalami teror dari beberapa orang yang tidak dikenal. Mereka mengaku ingin menjalin silaturahmi, namun pada kenyataannya, mereka berulang kali menghubungi rekan Sarjan yang juga redaktur di Hibata.id, untuk meminta agar pemberitaan tersebut dihentikan. Namun, Sarjan menolak untuk bertemu dengan mereka demi kepentingan informasi publik.
AJI Gorontalo menegaskan bahwa serangan terhadap jurnalis adalah serangan terhadap kebebasan pers dan hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang akurat. Mereka mendesak agar semua pihak menghormati kerja jurnalis dan tidak melakukan tindakan intimidasi yang dapat menghalangi tugas mereka.
Untuk informasi lebih lengkap, pembaca dapat mengunjungi laman resmi AJI di aji.or.id.
AJI Gorontalo jurnalis serangan digital berita palsu pertambangan