Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 1,66% pada sesi pertama yang berlangsung pada hari Senin, 10 Februari 2025. IHSG tercatat berada di level 6.630.653, menunjukkan kinerja yang kurang baik di tengah kondisi pasar yang bergejolak.
Beberapa sektor mengalami penurunan yang cukup signifikan. Sektor Energi, misalnya, turun hingga 2,99%, dengan saham RATU mencatat penurunan drastis sebesar 9,94%. Tidak hanya itu, sektor Infrastruktur juga tertekan dengan penurunan 2,1%, dan saham BREN mengalami penurunan sebesar 13,52%.
Sektor Properti dan Real Estate turun 1,5%, dengan saham PANI juga mengalami penurunan 4,97%. Sektor Perindustrian menunjukkan penurunan 1,47%, di mana saham ASII turun 1,94%. Sektor Keuangan pun tidak luput dari penurunan, dengan BMRI dan BBCA masing-masing turun 2,43% dan 2,14%.
Namun, ada satu sektor yang menunjukkan pertumbuhan, yaitu sektor Barang Konsumen Non-Primer yang meningkat 0,67%. Saham ACES mencatat kenaikan sebesar 1,34% di tengah situasi yang tidak menentu ini.
Dari sisi global, indeks saham utama di Amerika Serikat ditutup lebih rendah pada hari Jumat lalu. Penurunan ini dipicu oleh pengumuman Presiden Donald Trump yang merencanakan penerapan tarif timbal balik terhadap banyak negara dalam minggu ini, yang dapat mempengaruhi pasar saham global termasuk Indonesia.
Seiring dengan perkembangan ini, banyak yang bertanya-tanya ke mana arah IHSG yang kembali merana dan menyentuh level terendah dalam dua tahun terakhir. Para analis pasar sedang memantau dampak dari kebijakan tarif Trump serta sikap hawkish dari The Fed, bank sentral Amerika Serikat.
Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai rekomendasi sektor dan saham yang terdampak, dapat menyaksikan pembahasannya di IDX 2nd session closing, sore ini pukul 15:30 WIB. Acara ini akan disiarkan secara langsung di IDX Channel, yang dapat diakses melalui berbagai saluran TV dan juga secara streaming di website resmi IDX Channel.
IHSG penurunan sektor energi sektor infrastruktur Donald Trump