Saham-saham produsen baja di Korea Selatan mengalami penurunan yang signifikan setelah pengumuman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai rencana untuk memberlakukan tarif baru sebesar 25 persen. Penurunan ini terjadi pada hari Senin, 10 Februari 2025, dan membuat para investor merasa khawatir tentang dampak kebijakan perdagangan tersebut terhadap industri baja.
Menurut laporan dari Channel News Asia, saham POSCO Holdings, salah satu perusahaan baja terbesar di Korea Selatan, mengalami penurunan sebesar 3,6 persen, sehingga harganya mencapai 230.500 won per saham. Ini adalah angka terendah yang dicapai saham tersebut sejak Oktober 2022.
Selain itu, saham Hyundai Steel juga tidak luput dari penurunan. Saham perusahaan ini turun sampai 2,9 persen, dengan harga mencapai 21.550 won per saham. Penurunan ini menunjukkan bahwa para investor mulai meragukan prospek keuntungan perusahaan-perusahaan baja di tengah ketidakpastian yang ditimbulkan oleh tarif baru.
Secara keseluruhan, indeks KOSPI, yang merupakan indeks utama pasar saham Korea Selatan, juga mengalami penurunan sebesar 0,5 persen. Penurunan ini mencerminkan reaksi pasar yang negatif terhadap langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah AS.
Kebijakan tarif yang diusulkan oleh AS ini bertujuan untuk melindungi industri domestik mereka dari persaingan luar negeri, namun langkah ini sering kali memicu ketegangan perdagangan antara negara-negara. Para analis memperingatkan bahwa tarif yang lebih tinggi dapat menyebabkan harga baja meningkat, serta berdampak pada proyek konstruksi dan manufaktur di seluruh dunia.
Dengan situasi ini, banyak pihak yang berharap agar kedua negara dapat menemukan jalan keluar yang damai untuk menghindari dampak negatif lebih lanjut terhadap ekonomi global.
saham baja Korea Selatan tarif Amerika Serikat