Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Waspada Hujan Deras dan Angin Kencang Akibat Siklon Taliah

Masyarakat di berbagai daerah di Indonesia diimbau untuk mewaspadai hujan dengan intensitas deras disertai angin kencang yang berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Himbauan ini disampaikan oleh Pemerintah Daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyusul terbentuknya siklon tropis yang bernama Taliah di Samudra Hindia, tepatnya di sisi selatan perairan Bali pada bulan Februari 2025.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, kewaspadaan ini ditujukan untuk seluruh warga, terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan rawan bencana. “Beberapa hari ini, sejak tanggal 7 Januari 2025, cuaca ekstrem seperti angin kencang terjadi akibat dampak dari siklon Taliah,” ujarnya.

Ia menambahkan, nelayan yang berada di wilayah pesisir seperti Lekok, Nguling, dan Kraton perlu lebih berhati-hati. Selain itu, warga yang tinggal di daerah pegunungan disarankan untuk tidak melanjutkan aktivitas jika terjadi hujan dan angin kencang. “Masyarakat harus ekstra hati-hati, terutama saat berkendara dalam kondisi hujan deras dan angin kencang, agar bisa mengantisipasi kemungkinan pohon tumbang,” lanjutnya.

Pada hari Sabtu, 8 Februari 2025, angin kencang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Pasuruan. Di antaranya adalah Kecamatan Rembang, Wonorejo, Sukorejo, Purwosari, dan Prigendan Rejoso. Akibat dari cuaca ekstrem ini, sedikitnya 56 rumah dilaporkan mengalami kerusakan.

Di Kecamatan Beji, Bangil, dan Kejayan juga terjadi angin kencang yang menyebabkan 17 rumah rusak. Saat ini, BPBD masih melakukan assessment atau penilaian terhadap kerusakan yang terjadi. Selain itu, angin kencang juga mengakibatkan 7 pohon tumbang di ruas jalan besar yang sudah dievakuasi oleh petugas.

Mengenai upaya penanggulangan bencana, Sugeng menjelaskan bahwa BPBD Pasuruan telah menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak. Kegiatan kedaruratan juga dilakukan setelah terjadinya bencana untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Dengan adanya informasi ini, diharapkan semua warga dapat lebih waspada dan siap menghadapi cuaca ekstrem yang mungkin akan terjadi dalam waktu dekat.

library_books Pemkabpasuruan