Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

EU Zulassung für Mehlwurmpulver in Lebensmitteln

Peraturan baru dari Uni Eropa kini memperbolehkan penggunaan hingga empat persen mehlwurmpulver atau bubuk ulat tepung dalam makanan seperti roti dan keju. Ini adalah langkah baru dalam pemanfaatan serangga dalam industri makanan.

Sebenarnya, mehlwürmer atau ulat tepung telah diizinkan dalam makanan sejak Mei 2021. Namun, yang baru adalah bahwa bubuk ini sekarang mengandung lebih banyak vitamin D berkat perlakuan khusus dengan sinar UV. Proses ini dilakukan setelah larva dibudidayakan dan dikeringkan, dengan tujuan meningkatkan kandungan vitamin D3 dalam bubuk tersebut.

Metode ini juga telah diterapkan pada beberapa jenis jamur untuk memperkaya kandungan nutrisinya. Namun, pihak Verbraucherzentrale Baden-Württemberg atau pusat perlindungan konsumen di Baden-Württemberg, Jerman, menegaskan bahwa bubuk ulat tepung tidak dicampurkan begitu saja ke dalam makanan. Uni Eropa mewajibkan agar bubuk serangga ini dicantumkan di dalam daftar bahan dan sebagai peringatan alergi pada kemasan.

Penting untuk diketahui bahwa orang-orang yang memiliki alergi terhadap krustasea atau debu rumah juga bisa bereaksi alergi terhadap bubuk ulat tepung ini. Saat ini, perusahaan Prancis bernama Nutri’Earth adalah satu-satunya yang memiliki izin untuk memproduksi produk ini, yang menjadi kritik karena memberikan mereka keuntungan awal dibandingkan produsen lainnya.

Dengan langkah ini, Uni Eropa berusaha untuk meningkatkan keberagaman sumber protein dalam makanan dan memanfaatkan potensi nutrisi dari serangga. Hal ini juga bisa membantu dalam mengurangi dampak lingkungan dari industri peternakan tradisional.

Para ilmuwan dan ahli gizi mendukung penggunaan serangga sebagai alternatif yang ramah lingkungan dan kaya nutrisi. Namun, masih ada tantangan dalam penerimaan konsumen tentang makanan yang mengandung serangga, yang perlu diatasi agar inisiatif ini berhasil.

library_books Tagesschau