Warga negara Amerika Serikat yang bertaruh pada hasil pemilihan presiden tahun lalu kini menghadapi kenyataan penting: Internal Revenue Service (IRS) atau Layanan Pendapatan Internal akan meminta bagian dari kemenangan mereka.
Pasar prediksi semakin dikenal luas pada musim gugur lalu ketika banyak orang beralih ke situs-situs seperti Polymarket, PredictIt, Kalshi, Interactive Brokers, dan Robinhood untuk mempertaruhkan uang mereka pada siapa yang akan memenangkan kursi kepresidenan, apakah Kamala Harris atau Donald Trump.
Kenaikan pasar prediksi ini menunjukkan tren yang relatif baru, terutama dalam konteks peristiwa politik. Keputusan pengadilan pada tahun 2024 telah membuka jalan bagi para trader untuk bertaruh uang pada hasil pemilihan secara besar-besaran.
Saat ini, musim pengajuan pajak sedang berlangsung untuk uang yang diperoleh pada tahun 2024. IRS telah lama berpegang pada aturan bahwa semua kemenangan dari perjudian dikenakan pajak sepenuhnya, dan aturan ini juga berlaku untuk pasar prediksi, menurut para ahli.
Aturan pajak ini semakin relevan saat ini, terutama dengan banyaknya taruhan pada Super Bowl, yang merupakan acara yang paling banyak dipertaruhkan setiap tahun. Setelah pertandingan, Philadelphia Eagles berhasil mencegah Kansas City Chiefs meraih kemenangan ketiga secara beruntun.
Dengan demikian, para penjudi harus bersiap-siap untuk melaporkan kemenangan mereka dan membayar pajak yang sesuai. Ini adalah pengingat bagi semua orang bahwa meskipun taruhan bisa menguntungkan, ada tanggung jawab pajak yang harus dipenuhi.
pajak taruhan pemilu IRS kemenangan