Presiden Romania, Klaus Iohannis, telah mengumumkan pengunduran dirinya setelah parlemen memulai proses pemecatan terhadapnya. Dalam pernyataannya, Iohannis menyatakan bahwa ia ingin menghindari krisis politik di negara tersebut. Proses pemecatan ini mengharuskan diadakannya referendum, yang dapat memicu ketegangan lebih lanjut di pemerintah.
Mulai Rabu ini, Ilie Bolojan, yang merupakan Presiden Senat, akan mengambil alih jabatan presiden secara sementara. Keputusan ini diambil meskipun Mahkamah Konstitusi sebelumnya memutuskan bahwa Iohannis seharusnya tetap menjabat hingga pemilihan berikutnya yang dijadwalkan pada 4 Mei.
Namun, partai koalisi yang berkuasa, yaitu Partai Nasional Liberal (PNL) dan Partai Sosial Demokrat (PSD), diduga telah menyarankan Iohannis untuk mengundurkan diri lebih awal. Beberapa media melaporkan bahwa Iohannis, yang tidak begitu populer, dianggap akan menjadi beban bagi partai-partai pemerintah jika ia tetap menjabat selama masa pemilihan mendatang.
Klaus Iohannis telah menjabat sebagai presiden sejak tahun 2014. Dengan berakhirnya masa jabatannya yang kedua, ia tidak diperbolehkan untuk mencalonkan diri lagi. Pada tahun 2014, ia juga mendapatkan dukungan dari PNL. Pemilihan parlemen pada 24 November 2024 yang lalu dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi, yang memerintahkan pemilihan ulang. Mahkamah menjelaskan bahwa selama pemilihan tersebut, pemilih telah dimanipulasi melalui perlakuan yang tidak sah terhadap salah satu kandidat di media sosial.
Pada pemilu yang pertama, seorang politisi yang ekstremis kanan dan pro-Rusia, Calin Georgescu, secara mengejutkan meraih suara terbanyak. Georgescu, yang sebelumnya tidak dikenal, berhasil menarik perhatian melalui aplikasi TikTok. Pemerintah Romania mengecam TikTok karena tidak mencantumkan Georgescu sebagai politisi dan tidak menandai konten yang disajikannya sebagai iklan kampanye. Saat ini, penyelidikan oleh kejaksaan sedang berlangsung terkait masalah ini.
Perkembangan ini menunjukkan situasi politik yang tidak stabil di Romania, yang dapat berdampak pada masa depan pemerintahan dan pemilihannya ke depan.
Romania Iohannis mundur pemecatan politik