Seorang penulis bernama Hamid Dabashi mengungkapkan pandangannya tentang hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Israel, yang semakin sulit dibedakan. Dalam ulasannya, ia menyatakan bahwa pemimpin-pemimpin AS kini seolah-olah memiliki pandangan yang sama dengan Israel, yang berpura-pura menjadi entitas independen. Menurut Dabashi, situasi ini membuat dunia semakin mirip dengan Palestina, di mana banyak negara tidak memiliki kedaulatan atau hanya dipimpin oleh negara yang lemah demi kepentingan Israel dan AS.
Dabashi juga mengkritik mantan Presiden Donald Trump, yang disebutnya ingin melakukan pembersihan etnis penuh di Gaza dan menyerahkan wilayah tersebut kepada Israel, mirip dengan apa yang dilakukannya di Dataran Tinggi Golan di Suriah. Sementara itu, Israel dianggap sedang melakukan genocide kedua di Tepi Barat yang diduduki, serta berusaha mengambil alih seluruh wilayah Palestina.
Ketegangan ini, menurut Dabashi, menunjukkan bahwa AS dan Israel kini bersaing dalam imperialisme dan penaklukan kolonial. Ia menekankan bahwa Israel selalu menjadi basis militer yang didirikan di Timur Tengah oleh Inggris, dan kini didukung oleh AS dan Eropa untuk melanjutkan agenda imperialisme di kawasan tersebut.
Dabashi mencatat bahwa pada saat yang bersamaan Israel memperluas kekuatan militer di berbagai front, termasuk Palestina, Lebanon, Suriah, Yaman, dan Iran, Trump mulai mengklaim untuk mengambil alih Kanada, Greenland, Panama, dan Gaza untuk Israel. Ia berpendapat bahwa tidak ada perbedaan antara Partai Republik dan Partai Demokrat dalam hal ini.
Kekurangan sumber daya dan konfrontasi langsung dengan Rusia dan China, menurut Dabashi, membuat dunia berada di bawah ancaman kekerasan militer AS dan Israel. Ia berpendapat bahwa AS dan pos militer mereka di Israel tidak mengenal bahasa selain kekerasan dan kebodohan.
Dabashi mengakhiri ulasannya dengan menyatakan bahwa meskipun Trump dan sekutunya berpikir mereka sedang merencanakan kembali peta kekuasaan dunia, pada akhirnya, orang-orang yang tertindas di seluruh dunia akan mewarisi bumi ini.
Israel AS Palestina Trump kebijakan luar negeri