Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Zar Pabean 25 Persen AS Dapat Dampak Besar pada Ekonomi

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru saja mengumumkan penerapan tarif pabean sebesar 25 persen untuk semua impor baja dan aluminium ke Amerika Serikat. Tarif ini direncanakan mulai berlaku pada tanggal 12 Maret 2025, meskipun sebelumnya beberapa media AS melaporkan tanggal mulai yang berbeda, yaitu 4 Maret. Salah satu negara yang mungkin mendapatkan pengecualian dari tarif ini adalah Australia. Meskipun Australia tidak memiliki peran besar di pasar ekspor baja global, negara ini memiliki cadangan bijih besi yang signifikan, bahan utama dalam produksi baja.

Trump juga telah menerapkan tarif tambahan pada baja dan aluminium selama masa jabatannya yang pertama hingga tahun 2021. Tindakan ini sebelumnya memicu balasan dari Uni Eropa yang memberlakukan tarif pada produk-produk tertentu dari AS, seperti celana jins, whisky, dan sepeda motor. Pada masa jabatan Presiden Joe Biden, kedua pihak mencapai kesepakatan untuk meredakan tarif tersebut.

Namun, pengumuman terbaru ini diperkirakan akan berdampak negatif terhadap beberapa sektor ekonomi di AS. Maurice Obstfeld, seorang ahli dari Institute for International Economics, mengingatkan bahwa baja dan aluminium adalah bahan mentah yang sangat penting bagi industri AS, termasuk untuk ekspor. "Tarif ini dapat memicu 'guncangan pasokan besar' di sisi AS," kata Obstfeld kepada kantor berita AFP.

Di Eropa, Jerman menjadi penghasil baja terbesar di Uni Eropa dan menduduki peringkat ketujuh secara global, setelah negara-negara seperti China, India, Jepang, AS, Rusia, dan Korea Selatan. Pasar AS adalah salah satu pasar ekspor terpenting bagi Jerman.

Kanselir Jerman, Olaf Scholz, berharap untuk mencapai kesepakatan dalam sengketa tarif dengan AS, tetapi ia juga mengancam akan mengambil tindakan tegas bersama negara-negara Uni Eropa jika tidak ada solusi. "Jika AS tidak memberikan pilihan lain, maka Uni Eropa akan merespons secara seragam," kata Scholz dalam pidatonya di Bundestag. Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, juga telah mengumumkan bahwa akan ada "tindakan balasan yang tegas dan proporsional" terhadap tarif yang dikenakan oleh Trump pada baja dan aluminium.

library_books Tagesschau