Yogyakarta – Pada hari Senin, 3 Februari 2025, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, melakukan kunjungan ke Museum Muhammadiyah yang terletak di Kompleks Kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta. Dalam kunjungannya, ia meresmikan Zona Muhammadiyah yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya warisan budaya Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon menyampaikan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam dan merupakan warisan budaya yang luar biasa. "Budaya kita adalah yang terkaya di dunia," ujar Fadli. Ia juga menunjukkan koleksinya yang berisi arsip surat dari Soekarno, termasuk dokumen penting yang menunjukkan peran Soekarno sebagai Ketua Dewan Pengajaran Muhammadiyah pada tahun 1938–1940 saat ia diasingkan di Bengkulu. Selain itu, Fadli juga memiliki majalah-majalah awal Muhammadiyah seperti Pancaran dan Suara Muhammadiyah.
Rektor UAD, Muchlas MT, menambahkan bahwa Museum Muhammadiyah saat ini menghadapi tantangan dalam mencari artefak-artefak yang berkaitan dengan sejarah Muhammadiyah. "Koleksi di museum ini masih terbatas karena pada masa lalu, kami belum memiliki pengetahuan yang cukup untuk merawat artefak-artefak tersebut," jelasnya. Muchlas juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dan anggota Muhammadiyah dalam menyadari nilai sejarah artefak-artefak tersebut.
Selain itu, Ketua Umum Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyatakan bahwa organisasi Muhammadiyah bekerja sama dengan pemerintah untuk meningkatkan kesadaran sejarah dan budaya, terutama di kalangan generasi muda. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan membangun Museum Muhammadiyah. Haedar juga mengingatkan bahwa minat masyarakat terhadap museum, perpustakaan, dan toko buku masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan pusat rekreasi dan mall.
Dengan adanya museum ini, diharapkan dapat memberikan manfaat dan pemahaman sejarah bagi semua orang. Fadli Zon dan para pemimpin Muhammadiyah berharap bahwa semua orang akan semakin menghargai dan menjaga warisan budaya yang ada di Indonesia.
Bagaimana menurut kamu tentang keberadaan Museum Muhammadiyah ini? Apakah kamu tertarik untuk mengunjungi dan belajar lebih banyak tentang sejarah dan budaya kita?
Menteri Kebudayaan Zona Muhammadiyah Museum Muhammadiyah Yogyakarta budaya