Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

OJK: Kredit Buy Now Pay Later Capai Rp22,12 Triliun

OJK: Kredit Buy Now Pay Later Capai Rp22,12 Triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja mengumumkan bahwa porsi produk kredit buy now pay later (BNPL) di sektor perbankan mencapai 0,28 persen. Data ini diambil dari laporan yang dihasilkan oleh Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Hingga bulan Desember 2024, baki debet kredit BNPL tercatat tumbuh 43,76 persen dibandingkan tahun lalu, meningkat dari Rp22,12 triliun. Sebelumnya, pada bulan November 2024, pertumbuhannya mencapai 42,68 persen.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa jumlah rekening yang terdaftar mencapai 23,99 juta, meskipun ada sedikit penurunan dari bulan November 2024 yang mencapai 24,51 juta.

Di sisi lain, OJK juga memperhatikan masalah judi online yang berdampak pada perekonomian. Mereka telah meminta pihak bank untuk memblokir sekitar 8.618 rekening yang diduga terlibat judi online. Jumlah ini meningkat dari sebelumnya yang mencapai 8.500 rekening.

OJK berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan dan meminta perbankan untuk menutup rekening yang tidak sesuai dengan Nomor Identitas Kependudukan serta melakukan tindakan Enhance Due Diligence (EDD) untuk memastikan keamanan transaksi.

Dalam hal pertumbuhan pembiayaan BNPL, OJK melaporkan bahwa pembiayaan ini juga mengalami peningkatan sebesar 37,6 persen dibandingkan tahun lalu, dengan total mencapai Rp6,82 triliun. Meskipun demikian, Non-Performing Financing (NPF) gross tercatat 2,99 persen, sedikit meningkat dari bulan November 2024 yang mencapai 2,70 persen.

OJK berupaya untuk terus memperkuat parameter-parameter yang digunakan dalam mendeteksi rekening yang terindikasi judi online, serta meningkatkan pengawasan terhadap rekening dorman yang ada.

library_books Idx Channel