Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Pentingnya Validasi Eksternal dalam Kehidupan Manusia

Kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain bukanlah hal yang salah. Menurut para ahli, hal ini merupakan bagian dari ilmu evolusi yang telah membentuk perilaku manusia sejak zaman purba.

"Kita tidak akan bertahan sebagai spesies jika tidak memiliki ikatan yang erat dan hidup dalam kelompok," ujar salah satu ahli. Pernyataan ini menunjukkan bahwa meskipun kita hidup di masyarakat modern, manusia tetap membutuhkan rasa dihargai, diterima, dan diakui oleh orang lain. Rasa pengakuan ini dapat mengatasi salah satu kebutuhan paling mendasar dalam diri manusia, yaitu kebutuhan untuk merasa memiliki tempat dalam suatu kelompok.

Namun, ada batasan terhadap manfaat positif dari validasi ini. Mengapa? Ketika seseorang sudah merasa cukup dihargai dan diapresiasi, menerima pujian tambahan tidak selalu menambah kebahagiaan. Sebagai contoh, jika seorang siswa mendapatkan nilai bagus dalam ujian dan menerima pujian dari guru, ia akan merasa senang. Namun, jika siswa tersebut sudah merasa percaya diri dan dihargai, pujian lebih lanjut mungkin tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kebahagiaannya.

Kebutuhan untuk merasa diterima dan diakui adalah hal yang alami. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mencari dukungan dan pengakuan dari teman, keluarga, dan bahkan masyarakat. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya interaksi sosial dalam perkembangan diri kita.

Melalui pengakuan dari orang lain, kita mendapatkan rasa percaya diri dan pemahaman tentang nilai diri kita. Namun, penting juga untuk belajar bagaimana cara melakukan validasi terhadap diri sendiri. Mengembangkan self-compassion atau rasa kasih sayang terhadap diri sendiri dapat membantu kita untuk menjadi lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung pada pengakuan eksternal.

Dengan demikian, memahami bahwa validasi eksternal adalah bagian dari sifat manusia dapat membantu kita menerima kebutuhan ini dengan cara yang sehat. Kita bisa belajar untuk menghargai diri sendiri sambil tetap menikmati pengakuan dari orang lain.

Artikel ini merupakan bagian dari The Highlight, majalah eksklusif untuk anggota Vox. Jika Anda ingin menggali lebih dalam tentang penelitian di balik mengapa kita mendambakan validasi eksternal, serta mendapatkan tips dari para ahli tentang cara memvalidasi diri sendiri, Anda bisa bergabung menjadi anggota Vox.

library_books Voxdotcom