Pada Rabu, 12 Februari 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 0,6% dan mencapai 6.574,814 pada sesi pertama perdagangan. Kenaikan ini didorong oleh kinerja positif di sektor infrastruktur yang mengalami lonjakan sebesar 2,11%.
Saham TLKM atau Telekomunikasi Indonesia menjadi salah satu yang menonjol, dengan kenaikan mencapai 5,17%. Hal ini terjadi setelah saham tersebut mengalami koreksi yang cukup dalam sebelumnya, dan menjelang rilis kinerja perusahaan untuk tahun 2024.
Sektor teknologi juga menunjukkan performa yang baik, dengan kenaikan 1,46% yang dipimpin oleh saham BUKA yang melonjak hingga 12,23%. Selain itu, sektor kesehatan dan perindustrian juga mencatatkan kenaikan, masing-masing sebesar 0,61% dan 0,55%. Untuk sektor keuangan, meskipun tidak terlalu besar, tetap memberikan kontribusi positif dengan kenaikan 0,33% yang ditopang oleh saham BBNI yang naik 2,46%.
Dari sisi global, bursa ekuitas Wall Street berakhir dengan hasil yang bervariasi pada hari Selasa. Lonjakan harga saham Coca-Cola dan Apple membantu menutupi penurunan saham Tesla. Para investor saat ini sedang menganalisis komentar terbaru dari Jerome Powell, Ketua The Federal Reserve, yang dapat mempengaruhi keputusan investasi mereka.
Dengan IHSG yang berhasil rebound, banyak yang bertanya-tanya ke mana arah selanjutnya, terutama dengan target menuju level 6.600. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai rekomendasi saham, khususnya TLKM jelang rilis kinerja, akan ada pembahasan mendalam di IDX 2nd session closing yang disiarkan secara langsung sore ini pukul 15:30 WIB.
Anda dapat menyaksikan acara tersebut di IDX Channel melalui beberapa saluran, seperti MNC VISION Channel 100, MNC PLAY Channel 128 HD, INDI HOME Channel 119, FIRST MEDIA Channel 389, K-VISION Channel 129, OXYGEN Channel 137, dan MY REPUBLIK Channel 576. Selain itu, acara ini juga bisa diakses melalui LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV yang tersedia di APPS store.
IHSG sektor infrastruktur TLKM Bursa Wall Street saham