Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Protes Terhadap Film Captain America Baru di Hollywood

LA, 13 Februari 2025 - Ratusan demonstran pro-Palestina menggelar protes di pemutaran perdana film blockbuster terbaru Marvel, Captain America: Brave New World, yang berlangsung di Hollywood. Mereka menentang kehadiran karakter superhero Israel dalam film tersebut, serta keberadaan aktris Shira Haas yang sebelumnya pernah bertugas di angkatan bersenjata Israel.

Para demonstran berkumpul di dekat karpet merah pada hari Selasa, sambil mengangkat spanduk yang bertuliskan “Sabra harus pergi”, “Disney mendukung genosida”, dan “#Pray4Jasmine”. Mereka juga meneriakkan yel-yel, seperti “Bebaskan Palestina” dan “Disney, Disney, kamu tidak bisa bersembunyi”, menurut laporan dari Variety.

Film ini dijadwalkan tayang pada 14 Februari mendatang. Protes ini menghidupkan kembali seruan untuk memboikot film tersebut, yang sudah dimulai sejak tahun 2022 ketika Marvel mengumumkan bahwa Ruth Bat-Seraph, atau yang dikenal sebagai Sabra - seorang agen Mossad dalam komik yang berasal dari tahun 1980-an - akan diperkenalkan dalam semesta film live-action Marvel.

Tekanan untuk memboikot semakin meningkat setelah perang yang terjadi antara Israel dan Gaza, yang telah menyebabkan lebih dari 48.000 orang Palestina tewas sejak Oktober 2023.

Dalam komik, karakter Sabra mengenakan kostum biru-putih dengan jubah yang menampilkan simbol Bintang David. Ia dianggap sebagai personifikasi negara Israel. Selain itu, istilah "Sabra" juga merupakan istilah slang yang digunakan oleh beberapa orang Israel untuk menggambarkan seorang Yahudi yang lahir di Israel. Namun, bagi banyak aktivis pro-Palestina, nama Sabra mengingatkan pada pembantaian Sabra dan Shatila pada tahun 1982, di mana hingga 3.000 warga sipil - sebagian besar Palestina dan Lebanon - dibunuh oleh milisi Lebanon dengan dukungan tentara Israel.

Banyak yang berpendapat bahwa memasukkan karakter ini ke dalam film akan menormalkan kekerasan Israel terhadap Palestina. Hal ini mendorong gerakan yang dipimpin Palestina, Boycott, Divest and Sanctions (BDS), untuk menempatkan Disney, sebagai perusahaan induk Marvel, dalam daftar "tekanan" mereka.

library_books Middleeasteye