Sebanyak 350 rabbi dan beberapa seniman Yahudi terkenal, termasuk aktor Joaquin Phoenix, penulis naskah Tony Kushner, dan komedian Ilana Glazer, bersatu untuk menolak rencana Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang ingin mengusir warga Palestina dari Gaza. Mereka menyampaikan penolakan ini melalui iklan satu halaman di surat kabar The New York Times yang berjudul, "Orang Yahudi Mengatakan Tidak pada Pembersihan Etnis!"
Aksi ini dilakukan hanya lebih dari seminggu setelah pengumuman mengejutkan Trump, yang dilakukan bersama Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Dalam pengumuman tersebut, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mengusir warga Palestina dari Gaza, menjadikannya sebagai resor pantai, dan tidak akan mengizinkan mereka untuk kembali.
Keputusan ini mendapatkan kritik keras dari sebagian besar anggota Partai Demokrat, pemerintah sekutu, dan badan-badan internasional. Cody Edgerly, direktur kampanye In Our Name, mengatakan, "Para pemimpin Yahudi dari berbagai spektrum politik sangat marah dengan proposal ini dan merasa perlu untuk berbicara tegas menentangnya, meskipun beberapa pemimpin komunitas Yahudi di Amerika dan Israel mendukung rencana Trump."
Menurut survei terbaru oleh Data for Progress, 64 persen pemilih di AS tidak setuju dengan rencana Trump untuk Gaza. Sementara itu, survei oleh The Economist dan YouGov menunjukkan bahwa di antara pemilih Demokrat, 35 persen kini merasa simpatik terhadap Palestina, dibandingkan dengan sembilan persen yang merasa sama terhadap Israel.
Rabbis yang menandatangani iklan tersebut berasal dari berbagai aliran, termasuk Konservatif, Ortodoks, Reformasi, Rekonstruksionis, Pembaruan, dan Kohenet. Mereka bekerja di berbagai tempat seperti sinagoga, kampus, rumah sakit, seminari rabbi, dan organisasi komunitas di seluruh dunia.
Rabbi Yosef Berman dari New Synagogue Project di Washington, DC, mengatakan, "Donald Trump - seperti Firaun dalam Alkitab - tampaknya percaya bahwa dia adalah Tuhan yang memiliki kekuasaan untuk mengatur, memiliki, dan mendominasi negara kita dan dunia. Ajaran Yahudi jelas: Trump bukan Tuhan dan tidak dapat mengambil martabat inherent warga Palestina atau mencuri tanah mereka untuk kesepakatan properti."
Berman juga menambahkan, "Keinginan Trump untuk membersihkan etnis Palestina dari Gaza sangat tidak bermoral."
Tindakan ini menunjukkan solidaritas yang kuat dari komunitas Yahudi terhadap hak-hak warga Palestina dan menegaskan pentingnya menghormati martabat setiap individu, tanpa memandang latar belakang etnis atau kebangsaan.
Yahudi Trump Palestina Gaza Rabbis penolakan