Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Dampak Serangan Drone Rusia di Tschernobyl

Kiev, Ukraina – Sebuah drone milik Rusia dilaporkan telah merusak pelindung dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Tschernobyl, yang mengalami kecelakaan hampir 40 tahun yang lalu. Presiden Ukraina, Volodymyr Selenskyj, mengungkapkan bahwa insiden tersebut menyebabkan kebakaran, namun api berhasil dipadamkan. Meskipun demikian, kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan.

Selenskyj menegaskan bahwa tingkat radiasi di sekitar lokasi tetap stabil dan tidak ada peningkatan yang berbahaya. "Kerusakannya memang berarti, tetapi kami tidak melihat adanya peningkatan radiasi saat ini," jelasnya.

Menanggapi serangan ini, pihak Kremlin membantah keterlibatan dalam insiden tersebut. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyebutkan bahwa serangan tersebut adalah sebuah provokasi. Hal ini menambah ketegangan antara Ukraina dan Rusia yang telah berlangsung lama.

Insiden ini juga telah dikonfirmasi oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Dalam sebuah pernyataan, IAEA menginformasikan bahwa mereka telah menerima laporan mengenai drone yang mengenai atap PLTN. Saat ini, tidak ada indikasi bahwa keamanan internal di PLTN telah terganggu.

Di tengah situasi yang semakin memanas, Presiden Selenskyj menyatakan bahwa ia bersedia untuk melakukan negosiasi dengan Rusia, namun hanya setelah mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat dan Eropa. "Kami siap berdiskusi dengan Amerika dan sekutu kami," kata Selenskyj dalam sebuah konferensi keamanan di Munich. "Jika mereka memiliki jawaban yang jelas terhadap tuntutan kami dan ada pemahaman bersama tentang bahaya yang ditimbulkan oleh Putin, kami siap untuk berbicara dengan Rusia."

library_books Tagesschau