Ukraina, 15 Februari 2025 - Otoritas Ukraina melaporkan bahwa sebuah drone milik Rusia telah menyerang pelindung radiasi yang menutupi Reaktor Nomor 4 di lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl. Serangan ini terjadi hanya beberapa jam sebelum Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, dijadwalkan untuk bertemu dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, di Munich, Jerman.
Pembangkit listrik Chernobyl terkenal karena kecelakaan nuklir terburuk dalam sejarah yang terjadi pada tahun 1986. Reaktor Nomor 4 mengalami ledakan yang melepaskan radiasi ke atmosfer, dan sejak saat itu, lokasi tersebut dijaga ketat untuk mencegah kebocoran radiasi lebih lanjut. Pelindung radiasi yang diserang berfungsi untuk menahan potensi radiasi agar tidak menyebar.
Serangan drone ini menambah ketegangan dalam konflik yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ukraina. Pihak Ukraina menganggap serangan ini sebagai tindakan agresi yang sangat berbahaya, terutama mengingat lokasi yang sensitif seperti Chernobyl. Peristiwa ini menunjukkan bahwa meskipun ada pembicaraan damai yang mungkin akan terjadi, situasi di lapangan tetap kritis.
Pertemuan antara Wakil Presiden Vance dan Presiden Zelensky diharapkan dapat membahas langkah-langkah untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung selama beberapa tahun. Pemerintahan Trump telah berusaha untuk mendorong penyelesaian konflik ini melalui diplomasi, meskipun ketegangan tetap tinggi di berbagai front.
Dampak serangan drone ini masih harus dilihat. Namun, para ahli khawatir bahwa serangan di lokasi bersejarah seperti Chernobyl dapat memiliki konsekuensi yang jauh lebih luas bagi keselamatan dan keamanan kawasan tersebut. Berita ini akan terus diperbarui seiring dengan perkembangan situasi.
Chernobyl drone Rusia Ukraina Vance Zelensky