PDI Perjuangan Kritik Program Makan Bergizi Gratis untuk Siswa SMA
Jakarta, 16 Februari 2025 - Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan, dr. Ribka Tjiptaning, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini diperuntukkan bagi siswa SMA tidak efektif dalam mengatasi masalah stunting di Indonesia.
Menurut dr. Ribka, program yang diluncurkan pemerintah ini tidak dapat menyelesaikan isu gizi buruk yang terjadi pada anak-anak. "Program ini seharusnya lebih fokus kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan, seperti ibu hamil dan anak-anak usia di bawah dua tahun," jelasnya.
Dia juga mengingatkan bahwa PDI Perjuangan pernah melaksanakan program serupa pada tahun 2011, yang bertepatan dengan HUT ke-64 Megawati Soekarnoputri. Program tersebut memiliki tujuan yang jelas, yaitu untuk mencegah stunting dengan fokus pada 1000 hari pertama kehidupan seorang anak.
"Pencegahan stunting harus dilakukan pada 1000 hari pertama kehidupan. Oleh karena itu, jika program ini diberikan kepada siswa SMA, manfaatnya justru tidak ada," tegasnya.
dr. Ribka menambahkan bahwa upaya untuk menangani stunting bisa dilakukan melalui program yang menjangkau anak-anak hingga usia dua tahun atau melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Menurutnya, program yang tepat sasaran akan lebih efektif dalam mengurangi angka stunting di Indonesia.
PDI Perjuangan terus mendorong pemerintah untuk merumuskan program yang lebih efektif dan memberikan perhatian lebih kepada kelompok yang sangat rentan terhadap masalah gizi. Dengan langkah tersebut, diharapkan angka stunting di Indonesia dapat menurun secara signifikan.
Stunting merupakan masalah serius yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Oleh karena itu, penanganan yang tepat dan segera sangatlah penting.
PDI Perjuangan Makan Bergizi Gratis stunting kesehatan siswa SMA