JAKARTA – Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, mengimbau kepada kelompok yang melakukan unjuk rasa menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tidak menghalangi hak siswa yang menjadi penerima manfaat dari program tersebut. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap rencana aksi demonstrasi yang digelar oleh Solidaritas Pelajar West Papua di beberapa kota di tanah Papua, termasuk Wamena, Kabupaten Jayawijaya, pada hari Senin.
Hasan menjelaskan, bagi masyarakat yang merasa tidak memerlukan manfaat dari program MBG, sebaiknya menyampaikan pendapatnya dengan cara yang baik kepada pihak sekolah. "Tidak perlu melakukan unjuk rasa untuk membatalkan pelaksanaan MBG. Kita harus ingat bahwa ada siswa-siswa lain yang sangat membutuhkan program ini untuk mendukung kesehatan mereka," ujarnya.
Program Makan Bergizi Gratis diluncurkan oleh pemerintah untuk memastikan anak-anak di sekolah mendapatkan asupan gizi yang cukup. Program ini sangat penting, terutama bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Dengan adanya program ini, diharapkan semua anak dapat belajar dengan baik tanpa terganggu oleh masalah kelaparan.
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan juga menegaskan bahwa unjuk rasa yang dilakukan seharusnya tidak mengganggu aktivitas siswa yang ingin mendapatkan manfaat dari program tersebut. "Kami menghargai hak setiap orang untuk menyampaikan pendapat, tetapi itu juga harus dilakukan dengan cara yang tidak merugikan orang lain," tambahnya.
Aksi unjuk rasa ini muncul setelah beberapa pihak merasa bahwa program MBG tidak tepat sasaran. Namun, pemerintah berkomitmen untuk terus menjalankan program ini dengan baik, sambil mendengarkan masukan dari masyarakat.
Dengan demikian, Hasan Nasbi berharap agar semua pihak dapat bekerja sama untuk memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi semua siswa yang membutuhkan.
Makan Bergizi Gratis unjuk rasa Hasan Nasbi Papua siswa