Kehilangan Neon Sign di Hong Kong: Dari 1980-an Hingga Kini
Hong Kong di tahun 1980-an adalah kota yang dipenuhi dengan tanda neon yang menyala. Tanda-tanda ini mempromosikan berbagai jenis usaha, mulai dari toko kamera, restoran seafood, hingga bar dan klub malam. Saat itu, Hong Kong memiliki kepadatan tertinggi tanda neon dengan karakter Tionghoa di seluruh dunia.
Namun, seiring berjalannya waktu, keindahan tersebut semakin memudar. Saat ini, hanya tersisa sekitar 500 tanda neon di seluruh Hong Kong. Jumlah ini sangat jauh dibandingkan dengan masa keemasan neon sign di tahun delapan puluhan.
Salah satu pengrajin yang masih bertahan dalam membuat tanda neon adalah Jive Lau Ho-fai, seorang artisan berusia 41 tahun. Ia merupakan salah satu dari sedikit orang yang terus melestarikan kerajinan ini di tengah semakin menipisnya jumlah tanda neon yang ada.
Jive berusaha keras untuk mempertahankan seni dan budaya yang pernah menjadi ciri khas kota ini. Ia menyadari bahwa setiap tanda neon bukan hanya sekedar iklan, melainkan juga bagian dari sejarah dan budaya Hong Kong yang kaya.
Kehilangan tanda neon ini mencerminkan perubahan besar dalam budaya dan pemandangan kota. Ketika neon sign semakin sedikit, banyak orang bertanya-tanya, apakah seni ini akan punah sepenuhnya?
Dengan semakin berkurangnya jumlah tanda neon, ada harapan bahwa generasi mendatang akan terus menghargai dan mencoba melestarikan bagian penting dari warisan budaya ini. Neon sign mungkin semakin jarang, tetapi kenangannya akan selalu hidup di hati mereka yang pernah melihat keindahannya di jalan-jalan Hong Kong.
Hong Kong neon sign 1980an budaya kerajinan