Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Tiga Kapal Cantrang Masuki Wilayah Nelayan Tradisional Masalembu

Dalam seminggu terakhir, perairan Masalembu, Jawa Timur, mengalami masalah serius terkait masuknya kapal cantrang. Tercatat ada tiga kapal cantrang yang memasuki kawasan tangkap nelayan tradisional. Informasi ini diperoleh dari organisasi lingkungan WALHI Jawa Timur yang memantau keadaan di daerah tersebut.

Salah satu kapal cantrang yang mencuri perhatian adalah KM. Baharu. Kapal ini tertangkap oleh nelayan setempat pada Jumat, 14 Februari 2025. Nelayan yang melihat adanya aktivitas kapal cantrang di wilayah tangkap mereka merasa khawatir akan dampak yang ditimbulkan. Mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

Namun, alih-alih mendapatkan tindak lanjut, kapal KM. Baharu justru dilepaskan begitu saja. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan di kalangan nelayan tradisional mengenai perlindungan yang mereka terima dari pemerintah.

Kapal cantrang dikenal sebagai kapal yang dapat menangkap ikan dalam jumlah besar dan sering kali dianggap merusak ekosistem perairan. Hal ini membuat nelayan tradisional merasa terancam, karena mereka biasanya menangkap ikan dengan cara yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

WALHI Jawa Timur menyatakan bahwa keberadaan kapal cantrang di perairan Masalembu dapat mengancam mata pencaharian nelayan kecil. Mereka menekankan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem perairan sehingga nelayan tradisional dapat terus melaut tanpa khawatir akan kehilangan hasil tangkapan mereka.

Keberadaan kapal cantrang ini menjadi isu yang perlu diselesaikan secara serius oleh pemerintah. Nelayan berharap pemerintah dapat lebih proaktif dalam menjaga dan melindungi wilayah tangkap mereka agar tidak dimasuki oleh kapal-kapal besar yang dapat merusak sumber daya laut.

Kejadian ini juga menunjukkan perlunya dialog antara nelayan tradisional dan pihak berwenang untuk mencari solusi yang tepat bagi keberlanjutan sumber daya perikanan di Indonesia. Dengan begitu, diharapkan nelayan tradisional bisa tetap melaut dengan aman dan hasil tangkapan mereka tetap terjaga.

library_books Walhijatim