Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

250 Siswa SMAK Frateran Maumere Tak Dapat Makanan Bergizi Gratis

MAUMERE – Anggota DPRD Kabupaten Sikka dari Fraksi PDI Perjuangan, Stef Sumandi, mengungkapkan keprihatinannya terhadap 250 siswa di SMAK Frateran Maumere yang tidak mendapatkan makanan bergizi gratis. Masalah ini terjadi karena jarak dapur penyedia makanan yang terlalu jauh dari sekolah, sehingga menghambat proses distribusi.

Dalam pernyataannya, Stef Sumandi mengatakan, "Harusnya berdayakan ibu-ibu kantin di sekolah, supaya makanan itu bisa didistribusikan ke sekolah tepat waktu dan pemilik kantin tetap mempunyai pendapatan untuk menghidupi keluarganya." Usulan ini diharapkan dapat memberikan solusi agar siswa mendapatkan makanan yang sehat dan bergizi.

Stef juga menyoroti program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum matang perencanaannya. Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini, DPRD Sikka belum menerima informasi yang jelas mengenai pelaksanaan program tersebut di Kabupaten Sikka. Hal ini menunjukkan perlunya perhatian lebih dari pemerintah untuk memastikan semua siswa mendapatkan hak mereka atas makanan bergizi.

Program MBG bertujuan untuk memberikan makanan sehat dan bergizi bagi anak-anak, terutama di sekolah-sekolah yang kurang mampu. Namun, dalam prakteknya, masih banyak kendala yang harus diatasi agar program ini dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran.

Diharapkan, dengan adanya perhatian dari anggota DPRD seperti Stef Sumandi, masalah distribusi makanan bergizi untuk siswa dapat segera teratasi dan semua anak dapat menikmati makanan yang layak.

library_books Pdiperjuangan