Earbuds, atau alat pendengar yang sering digunakan, dapat menjadi kotor dan berwarna kuning akibat kotoran telinga. Namun, apakah menggunakan earbuds yang kotor ini berisiko bagi kesehatan kita? Menurut Dr. Jonathan Webster, seorang dokter umum dari Doctify, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Kotoran telinga, yang juga dikenal sebagai earwax, sebenarnya berfungsi melindungi telinga dan merupakan bagian dari proses pembersihan alami telinga. Namun, masalah mulai muncul ketika penggunaan earbuds yang berkepanjangan menghalangi kotoran telinga untuk keluar secara alami. Akibatnya, kotoran telinga dapat menumpuk, menjebak kelembapan, dan meningkatkan risiko infeksi.
Dr. Webster juga menjelaskan bahwa earbuds dapat mendorong kotoran telinga lebih dalam ke dalam saluran telinga, yang dapat menyebabkan penyumbatan dan ketidaknyamanan. Ia mengingatkan, "Ada alasan mengapa dokter THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan) sering mengatakan, 'Jangan masukkan sesuatu yang lebih kecil dari siku Anda ke dalam telinga.'"
Belakangan ini, ada peningkatan masalah yang terkait dengan penggunaan earbuds, termasuk kehilangan pendengaran, tinnitus (berdenging di telinga), dan infeksi. Bakteri yang ada di telinga tidak selalu berbahaya, tetapi jika earbuds tidak pas dan sering diutak-atik, risiko tergores atau merusak saluran telinga akan meningkat. Hal ini menciptakan kondisi yang ideal bagi bakteri untuk berkembang biak. Ditambah dengan keringat dari aktivitas olahraga dan pemakaian yang lama setiap hari, bisa jadi Anda akan menghadapi masalah yang tidak menyenangkan.
Beruntung, ada cara yang mudah untuk membersihkan earbuds dengan aman menggunakan beberapa bahan rumah tangga yang sederhana. Dengan menjaga earbuds tetap bersih, kita dapat mengurangi risiko masalah kesehatan yang mungkin timbul.
earbuds kesehatan telinga earwax infeksi Dr. Jonathan Webster