BBC telah mengambil keputusan untuk menarik dokumenter berjudul Outrage over Gaza: How To Survive A Warzone dari platform iPlayer. Keputusan ini diambil setelah mendapat tekanan terkait seorang anak yang menjadi narator dalam film tersebut, yaitu Abdullah Alyazouri, yang ternyata adalah putra dari seorang menteri Palestina.
Keputusan ini menuai banyak kritik dari berbagai kalangan. Salah satunya adalah Dr. Tom Chivers, seorang peneliti dan aktivis yang terlibat dalam kerja kebijakan dan advokasi di Media Reform Coalition. Dalam sebuah unggahan di media sosial X (sebelumnya Twitter), Chivers menyebut tindakan BBC ini sebagai "tindakan pengecut".
Kritik terhadap keputusan BBC semakin memuncak pada hari Rabu dan Kamis, ketika duta besar Israel di London mengajukan protes kepada stasiun penyiaran publik Inggris tersebut. Selain itu, sekretaris budaya Lisa Nandy menyatakan bahwa dia akan "membahas" masalah ini dengan pihak BBC.
Kebanyakan kritik berfokus pada fakta bahwa Abdullah Alyazouri, yang berusia 13 tahun, merupakan anak dari Dr. Ayman Alyazouri, yang menjabat sebagai wakil menteri pertanian di Gaza, di mana pemerintahannya dikuasai oleh Hamas. Peneliti David Collier adalah yang pertama kali melaporkan informasi ini.
Selain itu, Middle East Eye menemukan bahwa Dr. Ayman Alyazouri adalah seorang teknokrat yang memiliki latar belakang ilmiah, pernah bekerja untuk pemerintah Uni Emirat Arab, dan menempuh pendidikan di universitas-universitas di Inggris.
Keputusan BBC untuk menarik dokumenter ini menimbulkan perdebatan tentang kebebasan pers dan pengaruh politik dalam penyiaran berita. Banyak yang berharap agar lembaga penyiaran publik dapat tetap independen dalam menyajikan berita dan dokumenter, tanpa terpengaruh oleh tekanan dari pihak luar.
BBC dokumenter Gaza anak-anak Dr. Tom Chivers