Keluarga Shiri Bibas, yang merupakan salah satu sandera dari Israel, mengonfirmasi bahwa jenazah yang diserahkan oleh Hamas pada hari Jumat adalah miliknya. Sebelumnya, jenazah Shiri seharusnya diserahkan bersamaan dengan dua anaknya, Ariel dan Kfir Bibas, serta mantan jurnalis Oded Lifschitz, pada hari Kamis.
Namun, setelah dilakukan identifikasi forensik oleh pihak Israel, ternyata jenazah yang diklaim sebagai Shiri adalah jenazah seorang wanita yang tidak dikenal. Hal ini menimbulkan kontroversi, di mana Israel menuduh Hamas telah melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan mengembalikan jenazah yang salah.
Seorang juru bicara Hamas mengatakan bahwa jenazah tersebut telah tercampur dengan jenazah lainnya. Sebelumnya, Hamas juga menyatakan bahwa Shiri dan kedua anaknya telah tewas dalam serangan udara yang dilancarkan oleh Israel.
Namun, klaim tersebut dibantah oleh pihak Israel. Juru bicara Angkatan Pertahanan Israel (IDF), Daniel Hagari, dalam konferensi pers menyampaikan bahwa "temuan forensik", yang belum dipublikasikan oleh BBC, menunjukkan bahwa kedua anak laki-laki tersebut kemungkinan dibunuh secara "sengaja".
Konflik antara Israel dan Hamas terus berlanjut, dengan berbagai laporan dan klaim yang saling bertentangan mengenai situasi di lapangan. Keluarga Bibas kini mengalami duka yang mendalam setelah kehilangan anggota keluarganya.
Kejadian ini menjadi sorotan internasional, dan masyarakat dunia terus memperhatikan perkembangan terkait gencatan senjata dan nasib para sandera.
Shiri Bibas Hamas Israel penyerahan jenazah konflik