Jakarta, 25 Februari 2025 - Alibaba Group Holding Ltd, salah satu perusahaan teknologi terbesar di China, mengumumkan rencana untuk menginvestasikan lebih dari 380 miliar yuan, yang setara dengan sekitar Rp856 triliun, dalam pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) selama tiga tahun ke depan.
Menurut laporan dari Bloomberg pada Senin (24/2/2025), perusahaan e-commerce ini memiliki ambisi besar untuk menjadi pemimpin dalam sektor AI, baik di China maupun di seluruh dunia. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Alibaba untuk bangkit kembali setelah mengalami penurunan bisnis akibat tindakan keras yang dilakukan pemerintah pada awal tahun 2020-an.
Alibaba, yang didirikan oleh Jack Ma, pernah menjadi salah satu raja teknologi di China. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan ini menghadapi berbagai tantangan yang membuat kinerjanya menurun. Kini, dengan fokus baru pada pengembangan AI, Alibaba berharap dapat mengembalikan nilai pasar yang sempat anjlok. Sejak awal tahun 2025, nilai pasar Alibaba telah meningkat lebih dari USD 100 miliar.
Investasi besar ini menunjukkan komitmen Alibaba untuk menjadi pemain utama dalam teknologi masa depan. Kecerdasan buatan sendiri adalah teknologi yang memungkinkan komputer dan mesin untuk meniru kemampuan manusia dalam berpikir dan belajar. Dengan investasi ini, Alibaba berharap dapat menciptakan solusi AI yang inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dengan langkah ini, Alibaba tidak hanya ingin meningkatkan posisi mereka di pasar, tetapi juga berkontribusi terhadap perkembangan teknologi di tingkat global. Kegiatan investasi dalam infrastruktur AI diharapkan dapat membuka banyak peluang kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi di China.
Alibaba berharap bahwa dengan mengedepankan inovasi dan teknologi, mereka dapat menjadi pemimpin yang diakui dalam industri AI dan memberikan dampak positif bagi banyak orang.
Alibaba investasi kecerdasan buatan infrastruktur teknologi