Otoritas Mesir mengumumkan bahwa puluhan kapal telah kembali menggunakan Terusan Suez. Ini terjadi setelah disepakatinya gencatan senjata antara Israel dan kelompok militan Hamas di Jalur Gaza.
Menurut laporan dari Bloomberg yang diterbitkan pada Senin, 24 Februari 2025, sekitar 47 kapal telah mengubah rute mereka dari Tanjung Harapan ke Terusan Suez pada awal bulan ini. Sebelumnya, kapal-kapal tersebut lebih memilih untuk menggunakan rute yang lebih panjang melalui Tanjung Harapan.
Kepala Otoritas Terusan Suez, Osama Rabie, mengatakan, "Kapal-kapal tersebut memilih untuk menggunakan Terusan Suez alih-alih rute Tanjung Harapan yang lebih panjang." Hal ini menunjukkan bahwa situasi di sekitar Terusan Suez mulai membaik dan lebih aman untuk dilalui.
Selain itu, seiring dengan gencatan senjata di Jalur Gaza, kelompok militan Houthi dari Yaman juga telah meredakan serangan mereka terhadap kapal-kapal di perairan Laut Merah. Ini menjadi berita baik bagi para pelaut dan pemilik kapal yang sebelumnya khawatir tentang keamanan perjalanan mereka.
Terusan Suez adalah jalur pelayaran yang sangat penting bagi perdagangan internasional. Dengan kembali aktifnya rute ini, diharapkan akan ada peningkatan dalam aktivitas perdagangan dan perekonomian di kawasan tersebut.
Dengan situasi yang semakin membaik, banyak pihak berharap agar gencatan senjata ini dapat bertahan dan membawa kedamaian yang lebih lama di wilayah tersebut.
Terusan Suez kapal gencatan senjata Israel Hamas