Pada akhir tahun 2024, Amnesty International Indonesia bekerja sama dengan komunitas mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) mengadakan pemutaran film dan kampanye menulis surat untuk mendukung perubahan sosial. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari gerakan global untuk membela hak asasi manusia.
Acara dimulai dengan pemutaran film berjudul "Eksil" yang disutradarai oleh Lola Amaria. Setelah pemutaran film, diadakan diskusi publik yang membahas isu-isu yang diangkat dalam film tersebut. Film "Eksil" menunjukkan betapa pentingnya suara individu dalam memperjuangkan keadilan.
Setelah diskusi, Amnesty dan komunitas Nusakara melanjutkan dengan aksi #WriteforRights, sebuah kampanye menulis surat untuk mendukung individu yang mengalami pelanggaran hak asasi manusia. Dalam kegiatan ini, lebih dari 300 surat dukungan berhasil dikumpulkan dari mahasiswa UMN untuk Neth Nahara, seorang TikToker dari Angola yang dipenjara hanya karena mengkritik pemerintahnya.
Berita baiknya, berkat dukungan surat-surat tersebut, Neth Nahara berhasil dibebaskan. Selain itu, Septia, seorang buruh yang juga dikriminalisasi karena menyuarakan pendapatnya, berhasil bebas pada bulan Januari lalu setelah mendapatkan dukungan serupa dari mahasiswa UMN.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa satu aksi kecil seperti menulis surat dapat memberikan dampak besar bagi kehidupan orang lain. "Kita semua bisa membuat perubahan dan membela hak sesama. Satu aksi baik bisa berbuah perubahan!" kata salah satu perwakilan mahasiswa UMN.
Melalui acara ini, Amnesty International Indonesia dan mahasiswa UMN mengajak semua orang untuk bergabung dalam gerakan global menuju keadilan dan hak asasi manusia. Dengan berpartisipasi dalam kegiatan seperti ini, kita dapat membantu mereka yang teraniaya dan mendorong perubahan positif di masyarakat.
Untuk informasi lebih lanjut tentang gerakan ini, kalian bisa mengunjungi situs resmi Amnesty International.
Amnesty International mahasiswa UMN pemutaran film aksi menulis surat hak asasi manusia