Setelah 35 tahun runtuhnya Tembok Berlin, Jerman masih menunjukkan adanya perpecahan politik yang signifikan. Dalam pemilihan terbaru, partai sayap kanan Alternative for Germany (AfD) berhasil mendominasi wilayah timur Jerman. Mereka memenangkan 45 dari 48 daerah pemilihan, dengan banyak laporan menunjukkan bahwa lebih dari 30% suara kedua diberikan kepada AfD.
Sementara itu, di wilayah selatan, barat, dan utara, banyak daerah pemilihan dimenangkan oleh blok konservatif CDU/CSU. Di Bayern, partai CSU bahkan berhasil meraih semua 47 daerah pemilihan yang ada. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan yang cukup besar dalam preferensi politik antara berbagai wilayah di Jerman.
Data pemilih juga menunjukkan adanya perpecahan besar berdasarkan jenis kelamin, usia, dan tempat tinggal. Pria yang lebih tua di daerah pedesaan cenderung memilih lebih konservatif, sedangkan perempuan muda di kota-kota lebih cenderung memberikan suara kedua mereka kepada Partai Kiri, SPD, dan Partai Hijau.
Dalam sistem pemilu Jerman, pemilih diberikan dua suara saat pergi ke tempat pemungutan suara. Suara pertama digunakan untuk memilih kandidat daerah, sementara suara kedua yang lebih penting digunakan untuk memilih partai. Suara kedua ini menentukan persentase kursi yang akan diperoleh setiap partai di parlemen Jerman.
Dengan perbedaan yang mencolok ini, penting bagi Jerman untuk terus mencari cara untuk menyatukan masyarakatnya dan mengatasi perpecahan politik yang ada.
Jerman Berlin Wall politik AfD CDU/CSU pemilu