Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Israel Pertimbangkan Pembatasan Baru di Masjid Al-Aqsa

Israel sedang mempertimbangkan untuk memberlakukan serangkaian pembatasan baru di Masjid Al-Aqsa dan area sekitarnya di Kota Tua Yerusalem menjelang bulan suci Ramadan. Pembatasan ini diharapkan dapat mempengaruhi situasi keamanan selama hari-hari penting bagi umat Muslim.

Menurut laporan dari saluran televisi Israel, Channel 12, Kementerian Pertahanan Israel telah mengadakan sejumlah pembicaraan mengenai rencana keamanan untuk daerah tersebut. Dalam pembicaraan ini, mereka melibatkan Badan Intelijen Israel, Shin Bet, kepolisian, otoritas penjara, dan tentara.

Channel 12 melaporkan bahwa keputusan ini, bersama dengan rencana lainnya, akan diajukan dalam beberapa hari mendatang untuk pertimbangan lebih lanjut. Salah satu sumber menyatakan bahwa ketegangan selama perayaan Ramadan akan bergantung pada situasi di Gaza.

"Jika ada gencatan senjata, maka mereka memperkirakan situasi akan tenang. Namun, jika tidak, mereka akan mempersiapkan lebih banyak pasukan karena khawatir terjadi eskalasi," tambah sumber tersebut.

Kekerasan terhadap jemaah Muslim di Masjid Al-Aqsa, yang merupakan situs ketiga terpenting dalam Islam, telah menjadi hal yang biasa. Masjid ini juga memiliki makna religius yang penting bagi umat Yahudi dan Kristen.

Penguasaan Israel atas Yerusalem Timur yang diduduki, termasuk Kota Tua, melanggar beberapa prinsip hukum internasional yang menyatakan bahwa kekuatan pendudukan tidak memiliki kedaulatan di wilayah yang didudukinya dan tidak dapat membuat perubahan permanen di sana.

Sejak 7 Oktober 2023, pihak berwenang Israel telah meningkatkan pembatasan akses Muslim ke situs Yerusalem ini, secara signifikan membatasi jumlah orang yang diizinkan masuk. Melindungi Masjid Al-Aqsa dianggap oleh banyak orang Palestina sebagai tugas nasional, sementara kehadiran Israel yang meningkat di sana dipandang sebagai upaya untuk mengklaim kepemilikan negara dan agama atas situs tersebut.

Dengan situasi yang terus berkembang, banyak yang berharap agar Ramadan mendatang dapat dilalui dengan damai tanpa adanya kekerasan.

library_books Middleeasteye