Sebuah video yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) menunjukkan gambar Presiden Donald Trump mencium kaki CEO Tesla, Elon Musk. Video ini diputar secara berulang di kantor pusat Departemen Perumahan dan Pembangunan Perkotaan Amerika Serikat (HUD) pada hari Senin.
Teks yang muncul di video tersebut berbunyi, "Hidup Sang Raja Sejati". Video ini tampaknya merupakan bentuk protes dari sekelompok orang yang tidak setuju dengan keputusan Trump dan Musk untuk membongkar beberapa lembaga pemerintah.
Menurut laporan dari Forbes, juru bicara HUD, Kasey Lovett, mengungkapkan bahwa video tersebut merupakan "satu lagi pemborosan uang pajak dan sumber daya". Lovett juga menyatakan bahwa tindakan yang sesuai akan diambil terkait insiden tersebut.
Protes menggunakan video AI ini menggambarkan ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan yang diterapkan oleh kedua tokoh publik tersebut. Banyak orang merasa bahwa tindakan mereka dapat membahayakan fungsi dari lembaga-lembaga pemerintah yang penting bagi masyarakat.
Meski video tersebut merupakan hasil karya teknologi canggih, reaksi yang ditimbulkan menunjukkan bahwa seni digital dapat menjadi medium yang kuat untuk menyampaikan pesan politik.
Sementara itu, perhatian publik terhadap hubungan antara Trump dan Musk semakin meningkat. Mereka berdua dikenal sebagai figur kontroversial yang sering menjadi sorotan media. Video ini menambah daftar panjang bentuk protes kreatif yang muncul di era digital, di mana media sosial dan teknologi AI memberikan platform baru untuk menyuarakan pendapat.
Donald Trump Elon Musk video AI protes HUD