Berlin – Fraksi baru Partai Alternatif untuk Jerman (AfD) telah menerima dua anggota baru yang kontroversial, Maximilian Krah dan Matthias Helferich. Meskipun kedua anggota ini terlibat dalam konflik internal partai, mereka tetap dilantik sebagai bagian dari fraksi.
Kedua anggota tersebut sebelumnya telah mendapat banyak kritik karena pernyataan mereka yang dianggap meremehkan sejarah kelam Jerman, khususnya terkait dengan masa Nazi. Krah pernah membuat pernyataan yang berkaitan dengan Waffen-SS, sementara Helferich mengklaim dirinya sebagai "wajah ramah dari NS".
Pada hari Selasa, Helferich menyatakan bahwa bergabungnya ia ke fraksi tersebut adalah pengakuan atas posisinya yang sangat kanan. Ia berkomitmen untuk melanjutkan pendekatannya dalam "pekerjaan patriotik-parlamenter" di Bundestag. Dalam pernyataannya, ia mengatakan ingin menjawab "perjuangan budaya kiri" dengan apa yang ia sebut "kebijakan budaya kanan".
Kepada wartawan, Helferich menjelaskan bahwa bagi dirinya, "kebudayaan kanan" mencakup teater rakyat dan arsitektur yang indah serta positif terhadap negara dan bangsa. Ia menekankan pentingnya memiliki hubungan positif dengan identitas nasional dan budaya.
Namun, tidak semua pihak di AfD mendukung langkah ini. Dewan AfD di negara bagian Nordrhein-Westfalen (NRW) sebelumnya berusaha mencegah Helferich menjadi kandidat di Bundestag. Mereka bahkan memulai proses pemecatan terhadapnya. Namun, dalam pertemuan delegasi, Helferich terpilih untuk menduduki posisi yang menguntungkan dalam daftar calon NRW untuk pemilu yang akan datang pada hari Minggu.
Di sisi lain, Krah juga menegaskan bahwa ia akan terus mempertahankan gaya polarisasinya sebagai anggota fraksi. "Everybody's darling is everybody's Depp," ujarnya di sela-sela rapat, mengisyaratkan bahwa akan selalu ada orang yang tidak senang dengan kehadirannya.
Kontroversi seputar kedua anggota ini menunjukkan betapa terbagi dan terpolarisasinya politik di Jerman saat ini, terutama dalam konteks kehadiran partai-partai ekstrem dalam sistem politik.
AfD Maximilian Krah Matthias Helferich politik Jerman