Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan rencana untuk membentuk sebuah tim yang bertugas memastikan spesifikasi bahan bakar minyak (BBM). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap keresahan masyarakat mengenai kualitas BBM yang beredar di pasaran.
Bahlil menjelaskan bahwa saat ini masyarakat semakin peduli dengan kualitas BBM, terutama untuk jenis RON 90 dan RON 92. Kualitas BBM yang buruk dapat memengaruhi performa kendaraan dan juga dapat berdampak negatif pada lingkungan. Oleh karena itu, penting untuk menjaga agar BBM yang digunakan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Terkait pembelian BBM jenis RON 90 dan RON 92, Menteri Bahlil juga menekankan perlunya perbaikan dalam sistem penataan izin impor BBM. "Kami sedang membenahi izin-izin impor BBM. Saat ini, izin impor yang kami berikan berlaku selama enam bulan, bukan satu tahun sekaligus," ujarnya. Dengan kebijakan ini, diharapkan ada evaluasi lebih sering terhadap kualitas dan kebutuhan BBM di dalam negeri.
Menurut Bahlil, dengan memberikan izin impor BBM setiap enam bulan, Kementerian ESDM dapat melakukan evaluasi setiap tiga bulan. Hal ini bertujuan agar semua pihak dapat mengetahui apakah kualitas BBM yang diimpor sudah sesuai dengan standar atau belum. Jika ada masalah, tindakan cepat dapat diambil untuk memperbaikinya.
Pembentukan tim dan perbaikan sistem izin ini diharapkan dapat memberikan rasa tenang kepada masyarakat dan memastikan bahwa mereka mendapatkan BBM dengan kualitas yang baik serta sesuai dengan kebutuhan mereka.
"Kita ingin agar masyarakat tidak lagi khawatir akan kualitas BBM yang mereka gunakan. Dengan langkah-langkah ini, kami berkomitmen untuk memperbaiki sistem dan memberikan yang terbaik bagi rakyat," tambahnya.
Langkah ini juga diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dalam mengelola energi dan sumber daya mineral yang ada.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kualitas BBM RON 90 RON 92