Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Para Narapidana Palestina Lepas Laporkan Penyiksaan di Penjara

Para narapidana Palestina yang dibebaskan dari penjara Israel semalam melaporkan adanya penyiksaan dan perlakuan buruk selama mereka ditahan. Menurut laporan dari Reuters, banyak dari narapidana yang baru dibebaskan tiba dalam keadaan lemah di Ramallah, Tepi Barat yang diduduki, dan Gaza. Beberapa dari mereka bahkan memerlukan perawatan medis segera.

Alaa al-Bayari, seorang mantan tahanan Palestina yang kini telah bertemu kembali dengan keluarganya di Gaza City, mengungkapkan perasaannya yang campur aduk. Ia mengatakan bahwa putri-putrinya yang masih kecil hampir tidak mengenalinya. "Saya telah dipukuli, mereka membiarkan kami di bawah hujan, kami ditinggalkan tanpa pakaian, mereka menyiram kami dengan air, listrik digunakan terhadap kami," cerita al-Bayari kepada Al Jazeera. Dia juga menyebutkan bahwa ada seorang tahanan yang kehilangan berat badan hingga delapan puluh kilogram dalam satu tahun.

Kantor Media Narapidana Palestina (Asra) melaporkan bahwa 456 narapidana yang dibebaskan, termasuk 15 staf medis, tiba di rumah sakit pagi ini. Kebanyakan dari mereka mengalami penyakit kulit, menurut informasi dari Al Jazeera.

Salah satu mantan narapidana harus dirawat semalam karena fibrosis paru-paru, sementara semua narapidana yang dibebaskan mendapatkan obat untuk skabies. Sebagian besar dari mereka mengalami pemukulan hebat di bagian dada, yang mengakibatkan patah tulang rusuk, ujar Saleh al-Hams, kepala departemen keperawatan di Rumah Sakit Eropa di Khan Younis.

Beberapa mantan narapidana tiba dengan kondisi yang sangat parah, termasuk satu orang dengan tangan yang diamputasi dan yang lainnya dengan kaki yang diamputasi akibat diabetes yang tidak diobati.

Pembebasan para narapidana ini terjadi setelah Hamas menyerahkan jenazah empat warga Israel kepada Palang Merah, sebagai bagian dari fase pertama kesepakatan gencatan senjata. Pertukaran ini mengikuti kesepakatan yang dinegosiasikan antara Hamas dan para mediator tentang pembebasan 620 narapidana Palestina dan jumlah yang setara dari perempuan dan anak-anak yang ditahan di Gaza.

library_books Middleeasteye