Seorang dewan kesehatan di Jerman mengusulkan agar pekerja dapat menggunakan krankschreibung atau cuti sakit sebagian. Usulan ini datang dari Wolfgang Hoffmann, seorang anggota dewan yang berkantor di Kantor Kanselir. Menurutnya, ini dapat membantu pekerja yang masih memiliki sebagian kemampuan untuk bekerja meskipun sedang sakit.
Hoffmann menjelaskan bahwa dengan adanya krankschreibung sebagian, karyawan dapat melanjutkan tugas pekerjaan mereka sesuai dengan kemampuan kesehatan yang masih ada. "Ini adalah langkah yang baik untuk menjaga agar pekerja tetap terlibat dengan pekerjaan mereka saat mereka sedang dalam masa pemulihan," ujarnya dalam pernyataan resmi dari dewan yang dinamakan "Kesehatan dan Ketahanan."
Selain itu, Hoffmann juga menyarankan agar ada kemungkinan untuk mendapatkan hak cuti tambahan di luar cuti tahunan yang sudah ditetapkan, tetapi hanya untuk hari-hari kerja yang benar-benar dihadiri. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi karyawan untuk kembali aktif bekerja setelah sakit.
Dewan kesehatan ini terdiri dari para ahli dari berbagai disiplin ilmu, termasuk kedokteran, epidemiologi, ilmu sosial, etika, dan informatika. Mereka bekerja secara sukarela dan independen untuk memberikan saran kepada pemerintah.
Data dari pemerintah menunjukkan bahwa pada tahun lalu, jumlah hari sakit yang diambil pekerja mengalami penurunan. Rata-rata, pekerja di Jerman sakit selama 19,1 hari, sedikit turun dari 19,4 hari pada tahun sebelumnya. Beberapa perusahaan asuransi kesehatan seperti Techniker Krankenkasse (TK) dan DAK-Gesundheit mencatat adanya penurunan dalam jumlah hari sakit yang diambil oleh karyawan.
Usulan ini diharapkan dapat membantu pekerja untuk lebih cepat kembali ke tempat kerja mereka dengan cara yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kondisi kesehatan mereka.
Jerman krankschreibung kesehatan karyawan cuti