Perubahan pandangan publik di Amerika Serikat mengenai konflik Israel dan Palestina semakin terlihat. Dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah meningkatnya kekerasan di Gaza dan Tepi Barat, banyak orang mulai mempertanyakan dukungan mereka terhadap Israel.
Banyak orang di AS, termasuk di dalam komunitas Yahudi, mulai berani bersuara tentang tindakan Israel yang dianggap tidak manusiawi. Menurut sebuah survei yang dirilis oleh Jerusalem Center for Security and Foreign Affairs, sekitar sepertiga dari orang Yahudi di AS percaya bahwa Israel melakukan genosida di Gaza.
Protes besar-besaran untuk mendukung Palestina terjadi di berbagai kampus universitas di seluruh AS. Meskipun beberapa pihak mengklaim bahwa protes ini adalah tindakan kebencian terhadap orang Yahudi, survei menunjukkan bahwa 28 persen orang Yahudi di AS melihat protes tersebut sebagai anti-Israel, sementara 34 persen lainnya menggambarkannya sebagai pro-perdamaian dan anti-perang.
Dukungan terhadap Israel juga terlihat semakin terpecah. Dulu, banyak orang Yahudi dianggap sebagai pendukung setia Israel. Namun, kini lebih dari setengah responden dalam survei tersebut mendukung ide untuk menahan pengiriman senjata dari AS ke Israel, terutama terkait invasi Rafah.
Israel semakin didukung oleh kelompok-kelompok tertentu seperti orang Kristen evangelis dan partai politik Eropa yang memiliki latar belakang Nazi, serta kelompok-kelompok sayap kanan global. Persatuan mereka terikat oleh kebencian terhadap umat Muslim, Islam, dan multikulturalisme.
Selama hampir 60 tahun, Israel telah menduduki wilayah Palestina secara ilegal. Ini bukanlah hal yang sementara, melainkan menjadi semakin permanen dari hari ke hari. Seiring dengan meningkatnya kesadaran dan kritik, tampaknya dukungan untuk Israel di kalangan publik Amerika, termasuk di komunitas Yahudi, sedang mengalami perubahan yang signifikan.
politics Israel Palestina publik komunitas Yahudi