Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Hamas Tidak Akan Perpanjang Gencatan Senjata di Gaza

Hamas mengumumkan bahwa mereka tidak akan memperpanjang gencatan senjata yang berlaku di Gaza, yang dijadwalkan berakhir pada hari Sabtu. Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menyatakan kepada Al Araby TV bahwa tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung untuk memulai fase kedua dari gencatan senjata tersebut. Fase kedua ini diharapkan dapat menjamin akhir perang secara definitif, penarikan Israel dari Gaza, dan pembebasan para sandera yang tersisa.

Pejabat Israel terlibat dalam "diskusi intensif" dengan mediator dari Qatar dan Amerika Serikat di Kairo pada hari Kamis, namun hingga saat ini, pembicaraan tersebut belum menghasilkan kesepakatan.

Gencatan senjata fase pertama ini dimulai pada 19 Januari dan telah menghentikan sebagian besar konflik yang berlangsung selama lebih dari 15 bulan antara Israel dan Gaza. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, memberikan pernyataan pada hari Jumat, menekankan pentingnya agar gencatan senjata di Gaza "harus dipertahankan".

"Kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera harus dipatuhi. Hari-hari mendatang sangat penting. Para pihak harus berusaha keras untuk menghindari keruntuhan kesepakatan ini," ujar Guterres di New York.

Hamas menegaskan bahwa mereka tidak akan membahas hal lain selain pelaksanaan fase kedua dari kesepakatan tersebut. "Fase kedua dari kesepakatan ini seharusnya dimulai besok, Minggu," kata seorang pejabat senior Hamas kepada AFP pada hari Sabtu, dengan syarat namanya tidak disebutkan.

Hamas juga menuduh Israel berusaha "mengulur waktu dan melanggar kesepakatan". Israel berkeinginan agar Hamas membebaskan sandera sebagai bagian dari perpanjangan fase pertama, alih-alih melanjutkan ke fase kedua. Sementara itu, pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah berulang kali menyatakan bahwa mereka berhak untuk melanjutkan pertempuran kapan saja untuk menghancurkan Hamas jika mereka tidak menyerahkan senjata mereka.

library_books Middleeasteye