Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Bahaya Makanan Olahan: Studi Ungkap Risiko Kesehatan

Makanan olahan seperti softdrink, keripik, mie instan, dan sereal sarapan semakin populer di seluruh dunia. Namun, sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa konsumsi makanan ini dapat berhubungan dengan lebih dari 30 risiko kesehatan dan berpotensi mengurangi harapan hidup.

Makanan olahan adalah makanan yang telah melalui beberapa proses pengolahan dan sering mengandung banyak tambahan bahan kimia. Tujuan dari pengolahan ini adalah untuk membuat makanan lebih tahan lama, mudah dikonsumsi, dan enak rasanya. Menurut ahli gizi, Matthias Riedl, makanan ini sering disebut sebagai "makanan palsu". Ia menjelaskan, "Makanan ini terlihat seperti makanan, rasanya juga seperti makanan, tetapi tidak memberikan nutrisi yang seharusnya diberikan oleh makanan sehat yang sebenarnya."

Namun, Monika Pischetsrieder, seorang ahli kimia makanan dari Universitas Erlangen-Nürnberg, menekankan bahwa tidak semua pengolahan makanan itu buruk. "Pengolahan makanan dapat memiliki manfaat. Misalnya, pemanasan dapat membuat banyak tanaman menjadi dapat dimakan, dan fermentasi mungkin memberikan manfaat kesehatan, seperti yang ditunjukkan oleh beberapa studi," ujarnya.

Di sisi lain, ada juga zat berbahaya yang dapat terbentuk selama proses pengolahan, seperti akrilamid. Zat ini telah ditemukan dalam keripik kentang, kopi, dan roti kering.

Sebagai respon terhadap masalah ini, sekelompok peneliti dari Brasil mengembangkan panduan pada tahun 2010 untuk mengklasifikasikan tingkat pengolahan makanan, yang dikenal sebagai klasifikasi NOVA. Berdasarkan klasifikasi ini, pedoman nutrisi Brasil merekomendasikan untuk menghindari konsumsi makanan yang sangat olahan. Namun, beberapa kritikus mencatat bahwa belum ada bukti ilmiah yang cukup untuk mendukung rekomendasi ini.

Baik Riedl maupun Pischetsrieder sepakat bahwa pola makan yang ideal adalah yang kaya akan makanan segar, termasuk buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Pischetsrieder juga menyarankan untuk menghindari minuman manis, produk daging olahan, dan alkohol, serta untuk mengonsumsi makanan yang kaya serat.

library_books Tagesschau