Permohonan Perlindungan Meningkat di Februari 2025
Pada bulan Februari 2025, jumlah permohonan perlindungan yang diterima mencapai 992 permohonan. Ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Dari jumlah permohonan tersebut, pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang berat menyumbang angka terbanyak dengan 290 permohonan.
Selain itu, tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak juga menjadi perhatian serius, dengan 210 permohonan yang diterima. Hal ini menunjukkan bahwa masalah kekerasan terhadap anak perlu penanganan yang lebih serius dari semua pihak.
Sementara itu, dalam hal layanan perlindungan dan pemenuhan hak, berdasarkan Keputusan Sidang Mahkamah Pimpinan LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban), terdapat dua jenis layanan yang paling banyak diminta pada Februari 2025. Pertama, Pemenuhan Hak Prosedural yang tercatat sebanyak 49 permohonan, dan kedua adalah Fasilitasi Restitusi sebanyak 32 permohonan.
Statistik ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin menyadari pentingnya perlindungan hukum dan hak asasi manusia. LPSK berkomitmen untuk terus melindungi dan memberikan dukungan kepada korban pelanggaran HAM serta kekerasan, terutama bagi anak-anak. Dengan adanya layanan ini, diharapkan korban dapat mendapatkan keadilan dan pemulihan yang mereka butuhkan.
Ke depan, diharapkan bahwa kesadaran akan hak-hak ini dapat terus meningkat, dan pelanggaran HAM dapat diminimalisir melalui kerjasama semua elemen masyarakat.
permohonan perlindungan pelanggaran HAM kekerasan seksual LPSK