Colossal Biosciences, sebuah perusahaan bioteknologi yang berbasis di Dallas, Amerika Serikat, baru saja mengumumkan pencapaian besar dalam misi mereka untuk menghidupkan kembali mammoth yang telah punah. Pada tanggal 4 Maret 2025, perusahaan ini berhasil menciptakan tikus yang dimodifikasi secara genetik dengan ciri-ciri menyerupai mammoth, yang dikenal sebagai "tikus berbulu tebal".
Tikus ini memiliki rambut panjang berwarna emas yang bergelombang, tumbuh hingga tiga kali lebih panjang dibandingkan tikus laboratorium biasa. Selain itu, mereka juga memiliki metabolisme lemak yang telah dimodifikasi, mirip dengan yang membantu mammoth bertahan hidup di iklim dingin.
Para ilmuwan bekerja dengan membandingkan DNA mammoth kuno dengan DNA gajah Asia, yang merupakan kerabat terdekat mammoth yang masih ada. Mereka menemukan tujuh gen yang bertanggung jawab untuk ciri khas bulu mammoth, serta satu gen yang mengatur metabolisme lemak. Dengan menggunakan teknologi penyuntingan gen CRISPR, mereka berhasil memodifikasi embrio tikus, kemudian menanamkannya ke dalam induk pengganti, dan berhasil melahirkan 38 anak tikus yang menunjukkan ciri-ciri menyerupai mammoth.
CEO Colossal, Ben Lamm, menyebut pencapaian ini sebagai "momen penting dalam misi kami untuk menghidupkan kembali spesies yang punah". Namun, banyak ahli independen yang meragukan signifikansi dari pencapaian ini. Salah satu kritikus, ahli genetik Robin Lovell-Badge, berpendapat bahwa menciptakan tikus berbulu tidak secara otomatis membuat para ilmuwan lebih dekat untuk memberikan ciri-ciri mammoth kepada gajah. Stephan Riesenberg dari Max Planck Institute juga menyebut pencapaian ini sebagai "hanya sekadar tikus yang memiliki beberapa gen khusus".
Colossal tidak berencana untuk menciptakan mammoth yang persis sama dengan yang telah punah, tetapi mereka ingin mengembangkan "gajah yang beradaptasi dengan iklim Arktik". Gajah-gajah ini diharapkan dapat membantu mengatasi perubahan iklim dengan mencegah pencairan permafrost. Perusahaan ini berharap dapat memperkenalkan makhluk yang mirip mammoth pada tahun 2028, meskipun masih ada pertanyaan tentang dampak ekologis dari pengenalan spesies semacam itu.
Colossal Biosciences tikus berambut mammoth bioteknologi genetik