Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Wali Kota Pasuruan Buka Rapat Pengendalian Inflasi dan Digitalisasi

Kota Pasuruan – Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo atau yang akrab dipanggil Mas Adi, membuka kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Pasuruan pada hari Rabu, 12 Maret 2025. Acara ini berlangsung di Gedung Gradikha.

Kegiatan ini mengusung tema “Optimalisasi Digitalisasi dan Pengendalian Dalam Mendukung Perekonomian Daerah”. HLM dihadiri oleh wakil wali kota, sekda, kepala perangkat daerah, perwakilan dari BPS, serta perwakilan dari Bank Indonesia Malang dan stakeholder terkait lainnya.

Tujuan dari HLM ini adalah untuk memperkuat komunikasi antara para pemangku kepentingan. Mereka ingin mengidentifikasi isu-isu strategis terkait pengendalian inflasi di Kota Pasuruan dan mencari solusi terbaik untuk masalah tersebut.

Dalam arahannya, Mas Adi memaparkan perkembangan inflasi di Kota Pasuruan. Ia menyebutkan bahwa inflasi secara month-to-month (m-to-m) adalah sebesar 0,43 persen. Sebagai langkah pengendalian, Pemkot Pasuruan secara rutin menggelar rapat koordinasi setiap minggu untuk memantau harga bahan pokok.

“Strategi pengendalian inflasi di Kota Pasuruan dilakukan melalui beberapa cara, termasuk operasi pasar yang bekerja sama dengan Bulog dan Prima Food, serta urban farming untuk memperkuat ketahanan pangan,” kata Mas Adi.

Ia juga menambahkan bahwa sepanjang tahun 2024, inflasi di Kota Pasuruan tetap terkendali dan stabil. Daya beli masyarakat terjaga, distribusi bahan pokok berjalan lancar, dan tidak ada lonjakan harga yang ekstrem.

Menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, Mas Adi kembali mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas harga. Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau membeli secara berlebihan.

“Pemerintah harus memastikan stok pangan aman, terutama dengan adanya operasi pasar murah. Kebutuhan bahan pokok akan meningkat selama bulan puasa, jadi pasokan harus memadai,” ujar Mas Adi.

Selain itu, Mas Adi juga menyoroti pentingnya sertifikasi halal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Pasuruan. Ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan menjaga stabilitas harga. Berdasarkan data nasional, hanya 14 juta dari 66 juta pelaku usaha yang sudah bersertifikasi halal.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Kota Pasuruan dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan ekonomi, terutama menjelang bulan Ramadan yang penuh berkah.

library_books Pemkotpasuruan