Kementerian Keuangan Republik Indonesia hingga saat ini masih belum mengumumkan laporan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk periode Januari hingga Februari 2025. Laporan ini sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat, karena memberikan gambaran tentang kondisi keuangan negara.
Pada umumnya, Kemenkeu mengeluarkan laporan kinerja APBN, yang sering disebut "APBN KiTa" (Kinerja dan Fakta), dalam waktu dua hingga tiga minggu setelah akhir bulan. Selain itu, laporan ini juga dirilis dalam bentuk buku tertulis yang rutin dipublikasikan sejak Desember 2017.
Sebelum pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Keuangan hampir tidak pernah melewatkan kesempatan untuk melaporkan kinerja APBN, bahkan selama masa pandemi Covid-19 ketika pendapatan negara mengalami penurunan yang cukup tajam.
APBN 2025 menjadi sangat penting karena merupakan indikator kinerja fiskal pertama yang direncanakan serta dikelola langsung oleh pemerintahan Prabowo selama setahun penuh. Sebelumnya, Prabowo hanya melanjutkan anggaran yang sudah ada dari pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang telah ditetapkan sebelum dirinya menjabat.
Namun, APBN 2025 dirancang untuk mencerminkan arah kebijakan, kepentingan, dan program prioritas dari Presiden Prabowo. Oleh karena itu, laporan kinerja APBN 2025 sangat dinantikan oleh masyarakat dan berbagai pihak yang berkepentingan.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai perkembangan ini, masyarakat dapat menyaksikan program Market Review yang dipandu oleh Prasetyo Wibowo pada Rabu, 12 Maret 2025, pukul 10.30 – 11.00 WIB. Program ini akan tayang secara langsung di IDX Channel dan juga dapat diakses melalui berbagai platform seperti MNC VISION, MNC PLAY, INDI HOME, FIRST MEDIA, K-VISION, OXYGEN, dan MY REPUBLIK. Selain itu, pemirsa juga bisa menyaksikan LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan melalui aplikasi IDX Channel TV yang tersedia di APPS store.
Kementerian Keuangan APBN laporan kinerja Prabowo Subianto