Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Saham Tesla Turun 48%, Investor Lama Masih Enggan Beli Kembali

Saham Tesla mengalami penurunan yang signifikan sebesar 48% sejak mencapai puncaknya pada pertengahan Desember. Penurunan ini menjadi perhatian para investor, termasuk Ross Gerber, seorang investor lama yang telah menanamkan modalnya di perusahaan mobil listrik tersebut sejak lama.

Gerber telah membeli saham Tesla sebelum harga sahamnya melambung. Namun, dalam wawancara dengan Business Insider bulan lalu, ia memperkirakan bahwa saham Tesla akan turun hingga 50% tahun ini. Ia menjelaskan bahwa CEO Tesla, Elon Musk, saat ini lebih fokus pada proyek-proyek lain seperti DOGE, SpaceX, xAI, dan X.

Ramalan Gerber terbukti tepat. Hingga penutupan pasar pada hari Rabu, saham Tesla kembali jatuh sebesar 31% sejak komentar Gerber di akhir Februari. Hal ini menunjukkan bahwa kekhawatiran Gerber tentang masa depan saham Tesla tidaklah berlebihan.

Dalam wawancara terbaru, Gerber menegaskan bahwa ia tidak melihat adanya jalan keluar yang jelas untuk pemulihan saham Tesla tahun ini, meskipun setelah mengalami kerugian yang cukup besar.

Kondisi pasar saham yang bergejolak ini membuat banyak investasi menjadi lebih berisiko. Investor seperti Gerber perlu mempertimbangkan dengan hati-hati sebelum memutuskan untuk berinvestasi kembali di saham Tesla. Meskipun harga sahamnya turun, Gerber merasa bahwa masih belum cukup murah untuk membeli kembali.

Dengan situasi yang terus berkembang, banyak orang yang menunggu untuk melihat apakah saham Tesla akan dapat bangkit kembali atau jika penurunan ini akan berlanjut. Investasi di pasar saham memang penuh dengan ketidakpastian, dan setiap investor harus siap menghadapi risiko yang ada.

library_books Businessinsider