Surabaya, Jawa Timur – Gubernur Jawa Timur, Hj. Khofifah Indar Parawansa, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) tentang Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur pada hari Jumat, 14 Maret 2025. Rapat ini berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, dan dihadiri oleh beberapa pejabat penting.
Di antara yang hadir dalam rakor tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, serta Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Selain itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, juga turut serta dalam acara ini.
Rakor ini dihadiri oleh Walikota dan Bupati se-Jawa Timur, termasuk Bupati Madiun, Hari Wuryanto, S.H. M.Ak, karena Kabupaten Madiun dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional. Juga hadir pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jawa Timur, Sekda dan Kepala Bappeda dari Kota dan Kabupaten se-Jawa Timur, serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur.
Dalam rapat tersebut, Gubernur Khofifah mengungkapkan harapan untuk meningkatkan produksi padi di tahun ini. Ia menargetkan produksi Gabah Kering Panen (GKP) secara nasional mencapai 12,7 juta ton. “Jadi kita optimis mencapai target peningkatan GKP sebanyak 12,7 juta ton, jika 488.379 hektar lahan kurang produktif ini dapat dioptimalisasi dan terairi dengan baik,” ungkapnya.
Gubernur Khofifah juga menekankan pentingnya pengawasan panen raya yang ketat. Ia meminta pemerintah daerah untuk bekerjasama dengan kepala desa dalam mengawasi proses panen guna meningkatkan kesejahteraan petani di Jawa Timur.
Dengan adanya rakor ini, diharapkan sektor pertanian di Jawa Timur, khususnya produksi padi, dapat meningkat dan memberikan manfaat bagi para petani. Hal ini menjadi langkah penting dalam menjaga ketahanan pangan di provinsi ini.
Rakor Khofifah Ketahanan Pangan Jawa Timur Padi