Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

274 Pekerja Kenya, Banyak Wanita, Meninggal di Arab Saudi

Sebanyak 274 pekerja asal Kenya, yang sebagian besar adalah wanita, dilaporkan meninggal di Arab Saudi dalam lima tahun terakhir. Ini terungkap dalam sebuah laporan yang diterbitkan oleh New York Times pada hari Minggu.

Banyak pekerja asal Uganda juga mengalami nasib serupa, namun pemerintah Uganda tidak mengeluarkan angka resmi mengenai kematian tersebut. Setiap tahun, ribuan wanita dari Kenya dan Uganda pergi ke Arab Saudi untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan pengasuh anak. Namun, banyak dari mereka kembali ke kampung halaman dengan cerita-cerita mengerikan tentang upah yang tidak dibayar, penahanan, penganiayaan, kelaparan, dan bahkan pelecehan seksual. Tragisnya, beberapa dari mereka kembali dalam peti mati.

Dari mereka yang meninggal, autopsi seringkali menunjukkan tanda-tanda trauma seperti luka bakar dan sengatan listrik, tetapi pihak berwenang Arab Saudi mengkategorikan kematian tersebut sebagai penyebab alami.

New York Times melakukan wawancara dengan lebih dari 90 pekerja dan anggota keluarga dari mereka yang telah meninggal. Investigasi ini mengungkapkan bahwa ada tokoh-tokoh berpengaruh di Kenya, Uganda, dan Arab Saudi yang memiliki perusahaan perekrutan dan mengabaikan penyalahgunaan serta kematian yang terjadi.

Sementara negara-negara lain berhasil menjalin kesepakatan dengan Arab Saudi untuk melindungi pekerja dan menetapkan standar upah, Kenya dan Uganda belum berhasil melakukan hal yang sama. Laporan ini menyoroti perlunya tindakan lebih lanjut untuk melindungi hak-hak pekerja migran, terutama di negara-negara yang banyak mempekerjakan tenaga kerja asing.

library_books Middleeasteye