Lebih dari 330 orang dilaporkan tewas akibat serangan udara yang dilakukan oleh Israel di Gaza. Informasi ini disampaikan oleh kementerian kesehatan yang dikelola oleh Hamas. Serangan ini terjadi setelah pembicaraan untuk memperpanjang gencatan senjata tidak berhasil.
Militer Israel mengungkapkan bahwa mereka sedang melakukan "serangan besar-besaran" di Jalur Gaza. Ini merupakan gelombang serangan terbesar sejak 19 Januari, ketika gencatan senjata dimulai. Dalam pernyataannya, kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Israel akan "mulai sekarang bertindak melawan Hamas dengan kekuatan militer yang semakin meningkat." Mereka juga menuduh Hamas telah "berulang kali menolak untuk membebaskan sandera-sandera kami" serta menolak proposal untuk memperpanjang gencatan senjata.
Sementara itu, Hamas menuduh Israel menyerang "warga sipil yang tidak bersenjata" dan menyatakan bahwa para mediator harus menganggap Israel "sepenuhnya bertanggung jawab" atas "pelanggaran dan pembatalan" gencatan senjata tersebut.
Kondisi di Gaza semakin memburuk dengan banyaknya korban jiwa dan kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan ini. Situasi ini menyebabkan kekhawatiran di kalangan masyarakat internasional mengenai keselamatan warga sipil di wilayah tersebut.
Para pemimpin global terus menyerukan perlunya dialog dan upaya untuk mengakhiri kekerasan yang telah berlangsung lama ini. Di tengah ketegangan yang meningkat, masyarakat internasional berharap akan ada solusi damai yang dapat diterima oleh semua pihak.
Israel Gaza serangan udara Hamas korban jiwa