Jakarta, 20 Maret 2025 - Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Arif Riyanto Uopdana, mengungkapkan keprihatinannya mengenai kenaikan harga avtur yang terjadi di Papua. Kenaikan ini berimbas pada tingginya biaya transportasi yang semakin tidak terjangkau oleh masyarakat.
Menurut Arif, harga avtur yang tinggi membuat biaya sewa (carter) dan tiket pesawat perintis menjadi sangat mahal. "Ini tentu menjadi kendala besar bagi masyarakat di Papua, terutama di wilayah pegunungan, yang masih mengandalkan pesawat sebagai satu-satunya moda transportasi," ujarnya.
Arif menjelaskan lebih lanjut bahwa masyarakat di Papua Pegunungan tidak memiliki alternatif transportasi lain selain pesawat. "Jika harga avtur terus naik tanpa ada skema yang jelas untuk mengendalikannya, maka biaya perjalanan akan semakin tidak terjangkau bagi mereka. Ini bukan hanya soal bisnis, tetapi juga soal keadilan akses transportasi bagi saudara-saudara kita di Papua," tegasnya.
Di Papua, pesawat menjadi sarana transportasi yang vital, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil. Dengan tidak adanya jalan darat yang memadai, penerbangan menjadi pilihan utama untuk mengangkut orang dan barang. Namun, dengan terus meningkatnya harga avtur, banyak masyarakat yang terpaksa membatalkan rencana perjalanan mereka karena tidak mampu membayar tiket pesawat yang mahal.
Arif Riyanto Uopdana berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga avtur demi meringankan beban masyarakat. "Pemerintah harus memiliki perhatian lebih terhadap kondisi ini. Kita perlu mencari solusi agar masyarakat di Papua mendapatkan akses transportasi yang adil dan terjangkau," pungkasnya.
Dengan adanya perhatian dari anggota DPR seperti Arif, diharapkan ada tindakan nyata untuk mengatasi masalah ini dan memberikan solusi bagi masyarakat Papua yang sangat membutuhkan akses transportasi yang lebih baik.
DPR avtur Papua transportasi biaya