Napat Mitmakorn, seorang anak berusia sembilan tahun dari Thailand, telah menarik perhatian banyak orang dengan keinginannya untuk menjadi seniman tato dan membuka tokonya sendiri. Dengan rasa percaya diri yang tinggi, Napat, yang lebih dikenal dengan julukan "Knight", terlihat menguasai alat tato yang cukup berat di tangannya yang kecil, sambil mengenakan sarung tangan bedah.
Pada suatu hari, Napat sedang menggambar pola ular bertaring di paha seorang pria. Kemampuannya yang luar biasa dalam menggambar tato di usia yang sangat muda menjadi sorotan. Menurut ayahnya, Nattawut Sangtong, ia memperkenalkan seni tato kepada Napat untuk menjauhkan anaknya dari bahaya kecanduan permainan video yang banyak dialami anak-anak di zaman sekarang.
"Saya hanya ingin menjauhkan dia dari ponselnya karena dia sudah kecanduan bermain game dan memiliki perhatian yang sangat singkat," ungkap Nattawut, yang juga merupakan seorang tato amatir dan bekerja di pabrik cetak blok.
Nattawut berharap dengan belajar tato, Napat bisa lebih fokus dan mengembangkan keterampilan kreatifnya. Dalam prosesnya, Napat tidak hanya belajar bagaimana cara menggambar tato, tetapi juga belajar tentang disiplin dan tanggung jawab.
Keberanian dan ketekunan Napat dalam mengejar impiannya menjadi seniman tato patut dicontoh. Dengan dukungan ayahnya, Napat dituntut untuk terus berlatih dan meningkatkan keterampilannya. Di Thailand, seni tato memiliki makna budaya yang dalam dan telah ada sejak lama, sehingga banyak seniman tato yang sangat dihormati dalam masyarakat.
Napat adalah contoh nyata bahwa dengan bimbingan orang tua yang tepat, anak-anak dapat menemukan minat dan bakat mereka di luar permainan video. Semoga Napat dapat mencapai impian besarnya dan menjadi seniman tato yang sukses di masa depan.
Thailand tato seniman tato anak pendidikan